Breaking News:

Berita Aceh Barat

Ekses Penggerebekan Dugaan Prostitusi, Semua Penginapan di Meulaboh akan Diperiksa

Hal itu dilakukan menyusul ditemukannya tempat penginapan yang tidak mengantongi izin hingga saat ini.

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Saifullah
Serambinews.com
Kepala Satpol PP dan WH Aceh Barat, Dodi Bima Saputra 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat akan segera melakukan pemeriksaan seluruh tempat penginapan yang ada di kawasan Meulaboh, guna memastikan mengantongi izin atau tidak.

Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat, Dodi Bima Saputra kepada Serambinews.com, Selasa (14/9/2021), mengatakan, bahwa pihaknya bersama pihak terkait lainnya akan melakukan pemeriksaan terhadap semua tempat penginapan di Meulaboh bersama dengan Kantor Perizinan dan Dinas Pariwisata di daerah itu.

Hal itu dilakukan menyusul ditemukannya tempat penginapan yang tidak mengantongi izin hingga saat ini.

Seperti salah satu wisma di Jalan Gajah Mada Meulaboh, yang diketahui saat ditangkap pelaku dugaan prostitusi.

Dengan ada operasi pemeriksaan yang melibatkan semua pihak terkait, baik pihak kepolisian dan TNI nantinya diharapkan akan berjalan baik dan lancer.

Sehingga di Meulaboh tidak ada lagi tempat penginapan yang tidak mengantongi izin.

Baca juga: Mucikari dan Empat Wanita Kasus Prostitusi Dilepas, Kasatpol PP Aceh Barat: Tak Cukup Alat Bukti

Baca juga: VIDEO - Bupati Ramli MS Berang Terkait Kasus Prostitusi di Meulaboh

Baca juga: Bupati Perintahkan Tutup Tempat Penginapan, Terkait Kasus Prostitusi

“Tempat-tempat penginapan yang tidak mengantongi izin tentunya akan sangat merugikan daerah karena tidak ada PAD,” ujar Dodi.

“Sedangkan pelaku usaha tidak mengurusi izin secara resmi sebagai mana yang sudah menjadi ketentuan.

Selain itu, pihaknya berharap kepada pemilik usaha penginapan supaya benar-benar melakukan usaha yang bersih dari kejahatan.

Artinya tidak menjadikan tempat penginapan tersebut sebagai tempat yang melanggar syariat Islam.

“Jika ditemukan tempat-tempat penginapan yang dijadikan sebagai tempat prostitusi atau pelanggaran syariat Islam, maka akan ditutup paksa dan izinnya dicabut sebagaimana perintah bapak bupati,” tegas Dodi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved