Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Anggota Komisi II DPRA Minta Tambang Ilegal & Galian C di Agara dan Galus Ditutup

"Aktivitas tambang galian C ilegal di Aceh Tenggara maupun Gayo Lues bebas beroperasi dengan mengerahkan alat berat," tukas Yahdi Hasan.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Anggota Komisi II DPRA, Yahdi Hasan. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Anggota Komisi II DPRA, Yahdi Hasan meminta kepada aparat kepolisian setempat dan Polda Aceh untuk menutup tempat aktivitas diduga tambang galian C ilegal di Kabupaten Aceh Tenggara maupun di Gayo Lues

"Aktivitas tambang galian C ilegal di Kabupaten Aceh Tenggara maupun Gayo Lues bebas beroperasi dengan mengerahkan alat berat excavator (beco) bersama mobil dumtruk,” ujar Yahdi Hasan.

“Ini harus ditertibkan, karena bukan saja laporan dari masyarakat tentang aktivitas tambang galian C ilegal di daerah itu, tetapi saya juga sudah menyaksikannya sendiri dan saya merasa sangat kecewa, " tegas Yahdi Hasan yang mengaku sedang di Aceh Tenggara kepada Serambinews.com melalui handphone, Selasa (21/9/2021).

Dikatakan Yahdi Hasan yang juga putra asal Aceh Tenggara ini, aktivitas galian C ilegal di dua kabupaten itu bukan saja berdampak terhadap kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai (DAS), seperti Sungai Alas dan Sungai Lawe Bulan.

“Tapi juga berakibat terhadap infrastruktur milik pemerintah dan sektor pertanian dalam arti luas di Tanoh Alas,” paparnya.

Indikatornya, urai Yahdi Hasan, selama ini setiap musim penghujan, Aceh Tenggara selalu dilanda banjir.

Baca juga: YARA Abdya Minta Kepolisian Tertibkan Galian C

Baca juga: Polres Aceh Jaya Sebut Kasus Galian C Ilegal Masih Dalam Penyelidikan, Kabag Ops: Ditangani Reskrim

Baca juga: GeRAK Minta Pelaku dan Backing Galian C Ilegal Ditangkap, DPRK Didesak Lapor ke Polda

“Ini juga dampak dari akibat tidak tertibnya aktivitas eksploitasi tambang galian C yang ada Agara,” tukasnya.

Menurut Yahdi Hasan, untuk menertibkan tambang galian C ilegal di Kabupaten Aceh Tenggara, dan Gayo Lues, perlu keseriusan semua pihak terkait.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved