Breaking News:

Berita Aceh Barat

Kasus Tabrakan Kapal di Laut, Nelayan Tunggu Realisasi Bantuan Perbaikan Kapal

“Sejauh ini belum ada informasi untuk bantuan perbaikan kapal saya yang rusak, tapi kita masih tunggu," ucapnya.

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Nurullah, nelayan korban tabrakan kapal di laut Meulaboh. 

Laporan Sa'dul Bahri |Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Nurullah (48), warga Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat yang menjadi korban tabrakan kapal nelayan di perairan laut Aceh Barat menanti kebijakan pihak perusahaan untuk membantu perbaikan kapalnya yang mengalami kerusakan berat.

Sebab, hingga Sabtu (25/9/2021), nelayan itu mengaku belum ada informasi terkait realisasi bantuan untuk perbaikan kapalnya yang telah mengalami kerusakan berat yang saat ini berada di docking kawasan Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan.

Penantian bantuan tersebut setelah adanya respon positif dari pihak Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Meulaboh yang menjadi fasilitator dengan perusahaan untuk memberikan bantuan terhadap nelayan yang menjadi korban insiden tabrakan kapal yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Kapal nelayan yang sedang menjangkar akibat angin kencang tersebut ditabrak oleh salah satu kapal pengangkut batu bara, sehingga menyebabkan kapal nelayan tenggelam dan dan mengalami kerusakan berat sehingga tidak bisa difungsikan lagi.

“Sejauh ini belum ada informasi untuk bantuan perbaikan kapal saya yang rusak, tapi kita masih tunggu informasinya semoga dapat dipercepat agar bisa bekerja  lagi,” kata Nurullah, korban tabrakan kapal nelayan kepada Serambinews.com, Sabtu (25/9/2021).

Ia menambahkan, beberapa waktu yang lalu pihak Syahbandar telah meminta pihak nelayan untuk memberikan rancangan anggaran biaya (RAB) untuk kebutuhan perbaikan kapal yang rusak tersebut.

Baca juga: Syahbandar Malah Kebingungan Terkait Kasus Tabrakan Kapal di Laut

Baca juga: Kasus Tabrakan Kapal Nelayan Masih Mengambang, DPRK Akan Panggil Kembali PT Mifa

Baca juga: Begini Tanggapan Nelayan Pemilik Kapal Korban Tabrakan Kapal Angkut Batu Bara di Perairan Aceh Barat

Sementara inisiatif baik pihak Syahbandar dan pihak perusahaan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap nelayan, dan bukan berarti pihak perusahaan yang disalahkan dalam insiden tersebut.

Sementara sejauh ini juga belum terungkap kapal mana yang sebenarnya yang menabrak kapal nelayan saat itu, sehingga kasus tersebut secara pembuktian belum diketahui pihak mana yang bersalah.

Terkait hal tersebut pihak Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Meulaboh, mengambil kebijakan memfasilitasi tahapan awal untuk bisa membantu nelayan lebih dulu, sehingga pihak nelayan dapat beraktivitas lagi mencari rezeki di laut seperti biasanya.

Sebelumnya, dalam insiden tabrakan kapal tersebut, Nurullah bersama dengan satu orang rekannya selamat dengan cara mengapung di atas fiber ikan, sejak malam hingga menjelang siang hari.

Para nelayan tersebut berhasil diselamatkan oleh salah satu kapal nelayan lainnya di kawasan laut sekitar 10 mil dari bibir pantai, sehingga nelayan dan kapal yang tenggelam saat itu berhasil dievakuasi ke darat.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved