Internasional
Direktur Palang Merah Sebut Afganistan Terancam Dihantam Krisis Besar, Musim Dingin Segera Datang
Negeri Afghanistan yang dikuasai Taliban terancam dihantam krisis besar, seiring datangnya musim dingin. Kekurangan keuangan yang parah dan datangnya
SERAMBINEWS.COM, KABUL - Negeri Afghanistan yang dikuasai Taliban terancam dihantam krisis besar, seiring datangnya musim dingin.
Kekurangan keuangan yang parah dan datangnya musim dingin dapat menimbulkan krisis kemanusiaan besar bagi Afghanistan.
Apalagi, jika uang tidak dikembalikan untuk membayar upah dan layanan, terutama perawatan kesehatan.
Hal itu dikatakan oleh Alexander Matheou, Direktur Regional Federasi Palang Merah Internasional pada Kamis (30/9/2021).
Matheou mengatakan Afghanistan akan memasuki beberapa bulan yang sangat sulit karena suhu turun.
Sehingga, katanya, akan menambah kekurangan pangan akibat kekeringan dan kemiskinan.
Pemotongan layanan kesehatan membuat banyak warga Afghanistan yang rentan, terutama di daerah pedesaan dalam bahaya.
Baca juga: Kepala Staf Gabungan AS Minta Joe Biden Tempatkan 2.500 Tentara AS di Afghanistan
Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah meminta 36 juta CHF ($38 juta) untuk kesehatan, bantuan darurat, dan layanan lainnya di 16 provinsi.
Matheou berbicara pada konferensi pers di Kabul sehari setelah juru bicara PBB Stephane Dujarric meminta para donor mempercepat pencarian dana $606 juta.
Dikatakan, dana itu untuk membantu 11 juta warga Afghanistan untuk sisa tahun ini.
“Perlu ada beberapa solusi aliran keuangan ke Afghanistan untuk memastikan gaji dapat dibayarkan, dan listrik, air dapat diperoleh,” kata Matheou.
Disebutkan, sistem kesehatan primer membutuhkan sumber pendanaan tambahan yang independen dari kelompok bantuan agar dapat terus beroperasi, tambahnya.
Sejak Taliban menguasai Afghanistan pada Agustus 2021, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional menghentikan pencairan dana kepada pemerintah.
Bahkan, AS membekukan miliaran dolar aset yang disimpan di rekening Amerika oleh Bank Sentral Afghanistan.
Bantuan asing sebelumnya menyumbang hampir 75% dari pengeluaran publik Afghanistan, menurut laporan Bank Dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-belah-kayu-di-afghanistan.jpg)