Breaking News

Kesehatan

Kaki Bengkak Adalah Salah Satu Tanda Pembengkakan Jantung, Kenali Gejala Lain serta 12 Penyebabnya

Pembengkakan jantung atau jantung bengkak adalah kondisi dimana ukuran jantung lebih besar dari normal. Kondisi jantung membesar ini juga disebut

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin
FREEPIK.COM
Ilustrasi - Gejala -gejala pembengkakan jantung dan 12 penyebabnya. 

Efusi perikaldial adalah kondisi saat selaput pembungkus jantung atau perikardium diketahui mengalami penumpukan cairan.

Kondisi ini dapat menyebabkan jantung tampak membesar pada foto hasil rontgen dada.

6. Penyakit arteri koroner

Penyakit arteri koroner adalah kondisi penumpukan plak dalam pembuluh arteri koroner.

Penumpukan plak lemak ini dapat menghalangi aliran darah menuju pembuluh jantung, yang berisiko serangan jantung.

Ketika bagian dari otot jantung mati, jantung harus memompa lebih keras untuk mendapatkan darah yang cukup ke seluruh tubuh.

Jantung yang bekerja terlalu keras kemudian dapat membuat organ ini membengkak atau membesar.

7. Anemia

Anemia adalah suatu kondisi di mana tidak ada cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan.

Anemia kronis yang tidak diobati dapat menyebabkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

Baca juga: Waspada! Kenali Pemicu Serangan Jantung saat Olahraga Beserta Cirinya

Jantung harus memompa lebih banyak darah untuk menebus kekurangan oksigen dalam darah.

8. Gangguan tiroid

Baik kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk pembesaran jantung.

9. Kelebihan zat besi

Kelebihan zat besi atau disebut juga hemochromatosis adalah kelainan di mana tubuh tidak memetabolisme zat besi dengan baik.

Gangguan ini membuat zat besi menumpuk di berbagai organ, termasuk jantung.

Zat besi yang menumpuk di jantung membuat otot jantuk melemah, sehingga menyebabkan ventrikel kiri organ ini membesar.

10. Amiloidosis

Amiloidosis adalah penyakit langka yang terjadi saat zat amiloid menumpuk pada jaringan tubuh.

Amiloid sendiri merupakan protein yang diproduksi di sumsum tulang dan dapat disimpan pada jaringan atau organ tubuh.

Ketika amiloid ini menumpuk di dalam jantung, dapat mengganggu fungsi organ vital ini, termasuk bisa membuatnya membengkak.

11. Irama jantung tidak teratur

Melansir Healthline, aritmia alias irama jantung tidak teratur juga bisa menjadi penyebab jantung bengkak yang perlu diwaspadai.

Saat jantung berdetak dengan tempo yang tidak normal, darah bisa terpompa balik ke dalam jantung dan merusak bagian ototnya.

12. Kondisi bawaan

Kardiomegali kongenital adalah kelainan jantung yang dialami sejak lahir.

Penyakit jantung bawaan yang menyebabkan gejala ini meliputi:

- Cacat septum atrium (kebocoran bilik jantung), yakni terdapat lubang di dinding yang memisahkan dua ruang atas jantung

- Cacat septum ventrikel atau terdapat lubang di dinding yang memisahkan dua ruang bawah jantung

- Koarktasio aorta atau penyempitan aorta, arteri utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh

- Patent ductus arteriosus, yakni terdapat lubang di aorta

- Anomali Ebstein, yakni masalah dengan katup yang memisahkan dua bilik kanan jantung (atrium dan ventrikel)

- Tetralogy of Fallot (TOF), yakni kombinasi cacat lahir yang mengganggu aliran normal darah melalui jantung.

Faktor risiko

Seseorang lebih mungkin terkena kardiomegali jika berisiko terkena penyakit jantung.

Sedangkan faktor risiko lain yang bisa membuat jantung bengka antara lain:

- tekanan darah tinggi
- kegemukan
- gaya hidup menetap
- punya riwayat keluarga, orang tua atau saudara kandung mengalami pembengkakan jantung.
- pernah mengalami serangan jantung di masa lalu
- gangguan metabolisme, seperti penyakit tiroid
- penggunaan obat-obatan atau alkohol yang berlebihan.

Pencegahan

Jika merasa memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang dapat menyebabkan pembesaran jantung, seperti kardiomiopati, beritahukan pada dokter.

Perawatan dapat diberikan sejak dini jika kardiomiopati atau kondisi jantung lainnya didiagnosis lebih awal.

Sehingga kemungkinan kondisi lebih buruk bisa dicegah.

Perubahan gaya hidup juga dapat membantu mencegah terjadinya pembengkakan jantung.

Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:

- menurunkan berat badan
- membatasi makanan tertentu,
- hindari alkohol, kafein atau obat-obat yang mengandung kokain
- berhenti merokok
- kurangi stres
- olahraga.

Untuk jenis latihan atau olahraga, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter jenis mana yang paling aman dilakukan sesuai dengan kondisi. (Serambinews.com/Yeni Hardika)

INFO KESEHATAN LAINNYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved