Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Warga Tenggulun Aceh Tamiang Usir Perambah asal Sumatera Utara, Satu Sepeda Motor Dirusak

Kericuhan antar-kelompok masyarakat pecah di Kampung Tenggulun, Aceh Tamiang terkait saling klaim kepemilikan lahan, Jumat (1/10/2021) pagi

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sejumlah orang terlihat beraktivitas di atas lahan perkembangan Tenggulun, Aceh Tamiang, beberapa waktu lalu. Kemunculan para penggarap berpotensi memunculkan konflik antar-masyarakat 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kericuhan antar-kelompok masyarakat pecah di Kampung Tenggulun, Aceh Tamiang terkait saling klaim kepemilikan lahan, Jumat (1/10/2021) pagi.

Keributan ini menyebabkan satu unit sepeda motor dirusak dan gubuk yang ada di lokasi dilaporkan dibakar.

Sejumlah warga mengatakan kericuhan berawal dari aktivitas sekelompok orang diduga dari Sumatera Utara di atas lahan perkebunan milik masyarakat Tenggulun

Lokasi ini memang menjadi pertikaian antar-masyarakat menyusul adanya putusan eksekusi Pengadilan Negeri Stabat Nomor: 43/PDT.G/2020/PN STB pada 3 November 2020. 

Baca juga: Setelah Hujan Semalaman, Empat Kecamatan di Aceh Utara Kembali Dilanda Banjir 

Masyarakat menilai putusan ini cacat hukum karena bertentangan dengan Permendagri Nomor 28/2020 yang menyatakan kawasan itu bagian dari administratif Aceh Tamiang.

"Selama ini kami bertahan diri, memilih tidak melanjutkan aktivitas di lahan sendiri, tapi ternyata orang dari Langkat main terus, lahan kami diserobot, dirusak," kata Edi, Jumat (1/10/2021).

Edi mengatakan kedatangan seratusan masyarakat Tenggulun ke lokasi merupakan puncak kemarahan atas penggarapan lahan yang dilakukan orang dari Sumatera Utara.

Mirisnya, para penggarap tersebut menggunakan alat berat untuk membersihkan lahan yang sebelumnya sudah ditanami pohon kelapa sawit dan porang.

Baca juga: VIDEO - Jepang Ketar-Ketir, Korea Utara Tembakkan Rudal Terbaru

"Kebun kami dirusak, diratakan pakai bulodser. Ini yang membuat masyarakat marah," kata Edi yang mengaku tiga hektare kebun kelapa sawitnya sudah dirusak penggarap.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved