Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Kebocoran Pipa Jaringan Gas Dekat Penjual BBM Enceran di Lhokseumawe Belum Diperbaiki

Sedangkan gas yang tercium setiap saat oleh warga tersebut diduga akibat adanya kebocoran pipa jaringan gas (Jargas) rumah tangga

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Saiful Bahri
Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi memerlihatkaan lokasi kebocoran gas yang diduga dari pipa jaringan gas rumah tangga di Lhokseumawe, Minggu (3/10/2021) 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE -  Warga di Dusun Keude Baro, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, yakni yang tinggal di dekat Jalan Medan-Banda Aceh (kawasan Halte), mengeluh terkait bau gas yang sudah tercium salama delapan bulan terakhir.

Sedangkan gas yang tercium setiap saat oleh warga tersebut diduga akibat adanya kebocoran pipa jaringan gas (Jargas) rumah tangga.

Namun sampai dengan Senin (4/101/2021), belum juga diperbaiki.

Peutuha Pheut Desa Meria Paloh, Muhammad MY, membenarkan sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

Baca juga: Pria Langsa Hampir Saja Celaka, Bawa Pulang Benda Berbahaya ke Rumah, Terkejut Begitu Lihat Google

"Sedangkan kondisi bau gas sangat menyengat. Parahnya lagi dan sangat mengkhawatirkan, lokasi kebocoran di seputaran kedai penjual BBM enceran milik ibu Salamah," katanya.

Dasarnya, lanjut Muhammad MY, warga sudah beberapa kali membuat laporan kepada pihak pengelola. Tapi sampai saat ini belum diperbaiki. 

"Jadi kita minta untuk segera diperbaiki. Wàrga kami sudah sangat resah," pungkasnya.

Sebelumnya, Maryani (58) yang rumahnya tepat di depan lokasi kebocoran jaringan gas sekarang ini, pada Serambinews.com, Minggu (3/10/2021), menjelaskan, pihaknya sudah delapan bulan ini terus mencium bau gas. 

Baca juga: Pipa Gas di Lhokseumawe Sudah 8 Bulan Bocor, LMND: Harus Ada Kompensasi, PTPL: Tunggu Material  

"Terutama pada pagi hari. Kadang-kadang sampai membuat saya pening," katanya.

Selain sangat mengganggu dengan kondisi bau, lanjut Maryani, dalam beberapa bulan terakhir beberapa tanaman warga yang ada di sekitar lokasi juga sudah mati.

"Sangat banyak lokasi bocor. Bisa kita lihat secara jelas saat hujan, sangat banyak gelembung air di lokasi jaringan gas tersebut," katanya.

Hal senada juga diutarakan Khairina (23). Menurutnya, kondisi bau gas tersebut sudah sabgat mengkhawatirkan.

Terkait bau gas yang diduga akibat adanya kebocoran jaringan gas rumah tangga tersebut, sudah dilaporkan ke pihak PTPL, selaku mitra dari Pertagas Niaga,yang pengelola jaringan gas rumah tangga.

Baca juga: FAKTA Komplotan Pembobol ATM Ditangkap, Gondol Uang Hampir Rp1 Miliar, Dua Tersangka Ditembak

Namun sampai saat ini belum diperbaiki. "Jadi kami mohon segera diperbaiki. Karena kami sudah sangat resah dan takut," pungkasnya.

Serambinews.com, yang didampingi mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi, pada Minggu siang tadi sempat mendatangi lokasi.

Saat sampai di lokasi, langsung tercium bau gas. Bahkan sempat menyiram air di lokasi adanya kebocoran pipa gas rumah tangga.

Sehingga langsung terkihat adanya gelembung air di beberapa titik,  yang menandakan ada gas yang bocor.(*)

Baca juga: 15 Pesepakbola Muda Aceh Ditetapkan Sebagai Pemain EPA Persiraja, Ini Nama dan Asal Mereka

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved