Breaking News:

Opini

Syariat Islam; Solusi Menghadapi Pandemi Covid-19

Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang kita hadapi sudah berlangsung kurang lebih 11⁄2 tahun

Editor: bakri
Syariat Islam; Solusi Menghadapi Pandemi Covid-19
FOR SERAMBINEWS.COM
dr. H. Edi Gunawan, MARS Direktur RSUD dr. Zubir Mahmud dan Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur

“Manusia sebagai mahluk yang paling sempurna”, juga harus “bermutasi” untuk mempertahankan hidup agar tidak menjadi korban kematian akibat Covid-19 berikutnya. Proses mutasi pada manusia dapat dilakukan dalam bentuk “adaptasi kebiasaan baru” dengan cara menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi dan bersedia diswab apabila menunjukkan gejala atau setelah kontak erat dengan penderita Covid 19.

Virus boleh bermutasi, akan tetapi selama kita menerapkan protocol kesehatan secara disiplin, insya Allah virus tidak akan masuk ke tubuh kita dan menyerang tubuh kita. Seandainya virus bisa masuk juga akan dilawan dengan antibodi yang telah terbentuk di dalam tubuh dari hasil vaksinasi.

Situasi negara yang sedang menghadapi pandemi Covid-19 bisa diibaratkan seperti kita sedang “berperang melawan musuh”, akan tetapi musuh yang kita hadapi tidak terlihat dan kita hanya bisa bertahan. Bentuk pertahanan yang bisa kita lakukan dengan menjalankan protokol kesehatan, melaksanakan vaksinasi dan melakukan isolasi mandiri bagi yang sudah sakit.

Provinsi Aceh merupakan satu-satunya daerah yang memberlakukan syariat Islam, seharusnya begitupula dalam penanganan pandemi Covid-19. Aceh dengan syariat islamnya bisa menjadi yang terbaik dalam menanganiCcovid-19 sehingga bisa menjadi contoh bagi provinsi lainnya.

Mengingat pada zaman Nabi juga pernah mengalami suatu wabah sehingga Nabi bersabda “Apabila kalian mendengar ada penyakit menular di suatu daerah, janganlah kalian memasukinya; dan apabila penyakit itu ada di suatu daerah dan kalian berada di tempat itu, janganlah kalian keluar dari daerah itu karena melarikan diri dari penyakit itu.” Hal tersebut dipatuhi oleh semua umat pada zaman itu.

Patuh terhadap ulil amri/pemimpin merupakan bagian dari syariat Islam. Ini merupakan salah satu cara yang sangat strategis dalam menghadapi pandemi Covid-19 di  Aceh. Adapun metode dalam syariat Islam dalam menghadapi Covid-19 berupa;penerapan protocol kesehatan, vaksinasi untuk meningkatkan imunitas tubuh dan isolasi mandiri bagi yang sakit. Itu semua merupakan bentuk ikhtiar kepada Allah dalam memutuskan mata rantai penularan penyebaran Covid-19. Dan, jika masyarakat kembali kepada konsep Islam, maka Aceh akan menjadi model dalam penanganan Covid-19.

Di samping itu, masalah berat yang sering terjadi dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah berita hoax/berita yang tidak benar, baik dalam berinteraksi sosial maupun melalui berbagai media sosial.

Dalam Islam Allah memerintahkan kepada orang yang beriman agar selalu “Tabayyun” dalam menyaring berita yang diterima sebagaimana yang tertuang dalam surat Al Hujarat ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa suatu berita, maka bersungguh-sungguhlah mencari kejelasan agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa pengetahuan yang menyebabkan kamu atas perbuatan kamu menjadi orang-orang yang menyesal.”

Dari ayat di atas, tabayyun dapat dilakukan dalam dua hal. Pertama, tabayyun dilakukan pada pembawa berita. Perlu dicari informasinya apakah pembawa berita itu bisa dipercaya atau tidak. Kedua, tabayyun pada isi berita, apakah isi berita atau informasinya benar atau tidak.

Begitu juga dengan berita disinformasi atau berita hoax, siapa saja bisa memproduksi dan mengirimnya, tetapi selama kita tetap berprinsip dengan tuntunan Islam dalam menerima berita yang masuk, insya Allah semua jenis atau bentuk berita hoax tidak akan ada yang bisa menggoyahkan pendirian kita, apalagi sampai mengedarkan berita hoax tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved