Breaking News:

Salam

Eksplorasi Migas Aceh Haruslah untuk Kemaslahatan Bersama

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad (17/10/2021) kemarin, antara lain, mewartakan bahwa Satuan Kerja Khusus

Editor: hasyim
For Serambinews.com
Perwakilan SKK Migas Sumbagut dan Badan Pengelola Migas Aceh melakukan kunjungan kerja dan bersilaturahmi dengan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Pertemuan silaturahmi dalam rangka memberikan update kegiatan hulu migas di Provinsi Aceh ini berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (21/9/2021).  

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad (17/10/2021) kemarin, antara lain, mewartakan bahwa Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Sumbagut menyebutkan bahwa wilayah Provinsi Aceh akan difokuskan untuk melakukan eksplorasi cadangan baru.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus mengatakan hal itu berdasarkan realitas di lapangan bahwa sejumlah upaya eksplorasi akan segera dimulai oleh sejumlah kontraktor.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), misalnya, akan memulai pengeboran eksplorasi perdana di wilayah kerja Block NSO (North Sumatera Offshore) Aceh. Wilayah ini terletak di perairan Selat Malaka lepas pantai Aceh Timur, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.

Menurut Rikky, PHE melakukan kegiatan pengeboran eksplorasi pada tiga sumur. Upaya ini untuk mendapat cadangan migas baru di wilayah tersebut. "Setelah itu ada Premier Oil Ltd, ada Mubadala Petroleum yang juga akan melakukan kegiatan eksplorasi di ujung lepas Aceh Utara," katanya saat Webinar Migas Center Universitas Malikussaleh, Sabtu (16/10/2021).

Premier Oil, lanjutnya, akan melakukan eksplorasi migas di lepas pantai Aceh atau di Blok Wilayah Kerja (WK) Andaman II atau 12 mil laut dari perairan Aceh Utara hingga Pidie Jaya.

Disebutkan juga bahwa PT Pertamina EP akan melakukan kegiatan uji seismik dalam waktu dekat. Seluruh kegiatan tersebut memerlukan dukungan masyarakat disertai dengan sosialisasi yang baik kepada masyarakat.

Deputi Dukungan Bisnis Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Afrul Wahyuni menambahkan, selama ini pihaknya terus mengupayakan optimasi produksi dan di sisi lain memperbesar cakupan eksplorasi cadangan baru.

Pihaknya juga akan mencoba komitmen kerja dari Blok B untuk mencari cadangan baru.

Selain itu, sejumlah joint study juga tengah dilakukan di sejumlah lapangan. Beberapa di antaranya Blok Perlak, Blok Sigli-Bireuen, dan Blok Singkil-Meulaboh.

Studi ini dilakukan untuk menemukan potensi cadangan baru sebelum memulai tahapan eksplorasi. "Upaya ini juga untuk mencapai 1 juta barel pada 2030. Semoga tercapai," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved