Breaking News:

Berita Banda Aceh

BPKP Aceh Dampingi Uji Kuantitas dan Kualitas Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan MYC di Gayo Lues

Tim Probity Audit BPKP Aceh terus melakukan pengawalan efektifitas dan efisiensi paket Multi Years Contract (MYC) Aceh sesuai dengan MoU dengan Pemeri

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Tim Probity Audit BPKP Aceh sedang mendampingi uji kualitas dan mutu paket peningkatan Jalan Gayo Lues - Tongra - Batas Abdya, Rabu (20/10/2021) 

Laporan Asnawi Luwi |Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Probity Audit BPKP Aceh terus melakukan pengawalan efektifitas dan efisiensi paket Multi Years Contract (MYC) Aceh sesuai dengan MoU dengan Pemerintah Aceh.

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya, dalam rilisnya kepada Serambinews.com, Rabu (20/10/2021) menjelaskan, setelah pengawalan dalam penentuan harga dan volume paket pekerjaan.

Tim melanjutkan dengan pengawalan diteruskan pada tahap pelaksanaan fisik pekerjaan MYC, yaitu pendampingan uji mutu dan volume hasil pelaksanaan paket pekerjaan dilapangan sebelum dilakukan pembayaran sesuai progres fisik dilapangan.

Kali ini, kata Indra Khaira Jaya, paket peningkatan Jalan Gayo Lues - Tongra - Batas Abdya mendapat kesempatan untuk dilakukan uji mutu dan kuantitas.

Baca juga: Sekitar 52 Ribu Penduduk Aceh Barat Telah Divaksin

Kegiatan pengujian mutu pekerjaan fisik ini penting dilakukan lebih awal dalam rangka memberikan early warning atas setiap deviasi yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan.

Adapun jenis uji yang dilakukan diantaranya tes pit, urpil, agregat B, core drill, AC-BC, AC-WC dan hamer test.

Pengujian mutu dan volume juga sudah dilakukan dengan pendampingan BPKP Aceh pada poros Sinabang - Sibigo, Trumon batas Singkil segment 1 &2 - Lokop-bts Gayo Lues segment 2 dengan memberikan rekomendasi dan atensi perbaikan mutu dan volume sesuai kontrak dan kebutuhan lapangan agar sesuai standar dan tujuan pembangunannya sebelum dilakukan pembayaran, sehingga terbebas dari masalah hukum.

Setiap deviasi yang ditemukan tim di lapangan lebih awal diinformasikan kepada stakeholder, sehingga bermanfaat bagi penyedia agar segera melakukan perbaikan pekerjaan sehingga sesuai standar/kontrak yang ditandatangani para pihak.

Baca juga: Bea Cukai Bersama OJK dan YPN Panen Raya Bawang Merah di Pidie

Sedangkan bagi pihak Dinas PUPR dapat menggunakan hasil identifikasi capaian mutu dan volume ini untuk menentukan langkah-langkah lanjutan untuk memastikan pekerjaan agar sesuai standar mutu, ketepatan volume dan waktu pelaksanaan pekerjaan.

"Seiring menjelang berakhirnya tahun anggaran 2021, kedua belah pihak baik rekanan penyedia maupun pemilik pekerjaan (Dinas PUPR Aceh) terus didorong untuk segera melakukan langkah-langkah antisipatif agar progress pekerjaan dapat direalisasikan sesuai target yang telah ditetapkan." ujar Indra Khaira Jaya. (*)

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Gampong Nusa Jadi Wisata Edukasi Kebencanaan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved