Breaking News:

Berita Aceh Besar

Polda Aceh Bongkar Tambang Galian C Ilegal di Aceh Besar, Satu Jadi Tersangka, 2 Beko Diamankan

Direktur Reserse Kriminal Khusus atau Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sanjaya, SIK, menyampaikan hal ini dalam keterangan singkatnya, Kamis

Penulis: Subur Dani | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Alat berat yang diamankan Polda Aceh di tambang ilegal galian C di Aceh Besar 

Direktur Reserse Kriminal Khusus atau Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sanjaya, SIK, menyampaikan hal ini dalam keterangan singkatnya, Kamis (21/10/2021) di Mapolda Aceh, Banda Aceh.

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melalui Ditreskrimsus kembali mengungkap dan membongkar praktik tambang ilegal jenis galian C di Kabupaten Aceh Besar, Selasa (19/10/2021).

Direktur Reserse Kriminal Khusus atau Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sanjaya, SIK, menyampaikan hal ini dalam keterangan singkatnya, Kamis (21/10/2021) di Mapolda Aceh, Banda Aceh.

Sony menyampaikan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya kegiatan penambangan galian C berupa tanah timbun (urug) di Kabupaten Aceh Besar yang sangat meresahkan.

Kemudian, lanjut Sony, Tim dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Kita sudah lakukan penyelidikan dan benar di sana ada lokasi penambangan galian C berupa tanah timbun (urug).

Setelah diobservasi, tim juga menemukan alat berat yang sedang melakukan kegiatan penggalian tanah," beber Sony.

Baca juga: Rawan Kecelakaan di Jalan Raya, Satlantas Akan Tindak Truk Pengangkut Galian C Tanpa Penutup Terpal

Baca juga: Anggota Komisi II DPRA Minta Tambang Ilegal & Galian C di Agara dan Galus Ditutup

Baca juga: Kejari Bener Meriah Tahan Pengusaha Galian C, Setelah Terima Pelimpahan dari Polres, Ini Ancamannya

Setelah itu, kata Sony, petugas melakukan interview terhadap operator eksavator dan pengelola lokasi penambangan.

Kemudian diketahui bahwasanya kegiatan tersebut tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) atau ilegal.

"Setelah diperiksa, ternyata tidak ada izin. Kemudian, untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, 2 unit alat berat jenis eksavator (beko) merek Komatsu diamankan ke Mapolda," ujarnya.

Selain itu, petugas pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi yang mengetahui praktik penambangan tersebut, dan salah satu dari mereka yaitu pengelola kegiatan penambangan sudah dijadikan tersangka.

"Satu orang sudah dijadikan tersangka, perannya selama ini adalah pengelola kegiatan penambangan yang tidak memiliki izin alias ilegal," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved