Berita Banda Aceh
Rahmat Maulizar Terobos Pedalaman Aceh agar Anak Bibir Sumbing Dapat Tersenyum
Rahmat Maulizar, Social Worker Smile Train Indonesia Area Aceh di Rumah Sakit Malahayati, Banda Aceh
Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Nurul Hayati
Rahmat menjelaskan awalnya ia mantan pasien bibir sumbing dari tahun 2008 ikut operasi hingga 2010 selesai dioperasi oleh dr Muhammad Jailani. Tahun 2010, Rahmat mnginginkan sendiri untuk membantu anak-anak lain yang senasib dengannya agar dapat operasi bibir sumbing. “Jadi dari tahun 2010 Rahmat bergabung hingga 2021 ini, alhamdulillah anak Aceh terbantu lebih kurang hampir 5.000 operasi bibir sumbing,” ujar Rahmat.
Harapan Rahmat kepada anak-anak yang telah operasi bibir sumbing agar mereka punya masa depan dan bisa mencari peluang-peluang kerja kedepannya. Tentu saja dapat bermanfaat bagi orang lain dan salah satu impiannya agar kelak anak-anak ini bisa mandiri dan sukses nantinya.
“Tapi yang paling penting harapan Rahmat mereka bisa bermanfaat bagi orang banyak. Karena hidup ini hanya sekali dan paling tidak bisa bermanfaat untuk orang lain. Itu tujuan hidup ini sebenarnya,” ujar Wakil Ketua DPD KNPI Aceh Barat 2019-2021.
Pada momentum Hari Pahlawan Tahun 2021, Rahmat mengatakan, kalau penulis sejarah itu ramai, tapi pelaku sejarah sangat kurang. Jadi pahlawan itu jadi sumber inspirasi bagi orang lain. Semua pelaku-pelaku kegiatan sosial merupakan pahlawan yang mengisi masa setelah merdeka dan berjuang untuk bisa memberi manfaat untuk orang lain.
“Orang yang bermanfaat untuk orang lain, orang yang memikirkan nasib orang lain, orang yang berusaha membantu orang susah menjadi senang, itu salah satu pahlawan di masa setelah kemerdekaan ini,” kata Rahmat yang juga Bendahara Umum Ikatan Alumni Universitas Teuku Umar 2021-2023
Baca juga: Cegah Virus Corona, Babinsa Tegur Masyarakat tak Pakai Masker
Salah satunya, kata Rahmat, seperti memberi senyum kepada anak-anak bibir sumbing. Dari dia tidak percaya diri menjadi percaya diri. Dari dia tak tersenyum menjadi tersenyum dan memiliki masa depan. Sehingga anak-anak ini bisa percaya diri sejak kecil dan menjadi modal paling berharga saat dewasa nantinya.
“Itulah pahlawan menurut saya. Jadi orang yang bermanfaat untuk orang lain dalam berbagai bidang merupakan pahlawan setelah kemerdekaan. Jadi berbuat kebaikan untuk sesama dan bermanfaat itu tak harus menunggu kaya dulu. Manfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik kepada orang lain dengan hal-hal yang berguna,” ujarnya.
Aktif dalam kegiatan sosial
Bukan hanya aktif mencari anak-anak bibir sumbing, Rahmat juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial lain. Misalnya kalau memasuki bulan Ramadhan, Rahmat membangunkan warga untuk sahur di Kabupaten Aceh Barat. Berkeliling kampung merupakan inisiatif sendiri Rahmat Maulizar supaya warga bisa makan sahur tepat waktu.
“Membangunkan warga sahur tiap bulan Ramadhan sudah saya lakukan selama 13 tahun hingga tahun 2021 ini. Terus kalau di bulan Ramadhan ada sebuah komunitas perkumpulan pemuda-pemuda, kami ada memasak bubur kanji sumbangan dari para donatur. Bubur kanji dibagikan untuk orang-orang untuk menu berbuka puasa,” kata Rahmat yang juga Ketua Komunitas Peduli Keselamatan Bersama (KPKB) Barat Selatan 2014-sekarang.
Kemudian, kata Rahmat, ada Gerakan Nasi Subuh setiap Jumat sebulan dua kali. Gerakan Nasi Subuh ini sudah berjalan 22 Jumat hingga Rabu 10 November 2021 atau sudah berjalan hampir setahun.
“Semoga ini terus berlanjut dan bisa memberi manfaat bagi orang lain. Teruslah berbuat baik selama masih hidup dan melihat orang lain bahagia, Rahmat pun bahagia,” kata Rahmat yang tak berhenti mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak hingga dirinya terpilih sebagai penerima Apresiasi Satu Indonesia Award tahun 2021 Bidang Kesehatan tingkat Nasional.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rahmat-maulizar-di-pedalaman-aceh.jpg)