Breaking News:

Kupi Beungoh

Islam Mengajarkan "Cognitive Flexibility"; Agar Dapat Menghadapi Perubahan Zaman dan Keadaan

Islam mengajarkan tentang  "Cognitive Flexibility" tersebut, secara lengkap, tuntas  dan sempurna.

Editor: Amirullah
ist
Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag*)

Dalam  Al Qur'an dan Hadits,  mengajarkan kepada umat Islam tentang  "Cognitive Flexibility" artinya penguasaan kemampuan Kognitif yang  Fleksibel ". Seperti dalam penetapan dan pelaksanaan beberapa hukum Fiqh.

Dalam Wikipedia disebutkan cognitive atau ranah kognitif  adalah Ranah  yang berkaitan dengan hasil belajar intelektual yang meliputi enam apsek yaitu: pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.

Disebutkan juga dalam Wikipedia Cognitive Flexibility adalah kemampuan berpindah dan merespon secara cepat dari tugas satu ke tugas lainnya dengan kompleksitas tugas yang mungkin berbeda di saat yang bersamaan.

Islam mengajarkan tentang  "Cognitive Flexibility" tersebut, secara lengkap, tuntas  dan sempurna.

Contoh dalam pelaksanaan Shalat.

Baca juga: MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0; Ketika Fungsi Manusia Di Gantikan Robot atau Digital

Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa umat Islam  diperintahkan untuk melaksanakan shalat,  dari itu jelas bisa kita pahami secara teori dan hukum shalat bagi seorang muslim dan muslimah adalah wajib. Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an berikut ini:

"Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An Nisa: 103).

Maksudnya, hukum dasar shalat itu wajib,  pada  waktu yang telah ditentukan, tidak boleh dilakukan selain pada waktunya.

Berapa waktu shalat harus dikerjakan disebutkan berikut ini:

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved