Internasional
Amerika Serikat Gencarkan Suntikan Booster Covid-19, Antisipasi Penyebaran Virus Omicron
Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menggencarkan suntikan booster atau penguat kepada seluruh warganya.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menggencarkan suntikan booster atau penguat kepada seluruh warganya.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS telah mengeluarkan rekomendasinya untuk suntikan penguat Covid-19.
Dimana, memasukkan semua orang dewasa karena Covid-19 varian Omicron, seperti dilansir AP, Selasa (30/11/2021).
Badan tersebut sebelumnya telah menyetujui booster untuk semua orang dewasa.
Tetapi hanya merekomendasikannya untuk mereka yang berusia 50 tahun ke atas atau dalam perawatan jangka panjang.
“Setiap orang yang berusia 18 tahun ke atas harus mendapatkan suntikan booster," kata Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky.
"Baik enam bulan setelah seri Pfizer atau Moderna awal mereka atau dua bulan setelah vaksin J&J awal,” tambahnya.
Baca juga: Gubernur New York Nyatakan Keadaan Darurat, Bersiap Menghadapi Omicron
Biden bergabung dengan Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka negara itu dan penasihat Covid-19 presiden.
Fauci mengatakan para ilmuwan berharap mengetahui dalam satu atau dua minggu ke depan seberapa baik vaksin Covid-19 terhadap varian baru itu.
Juga seberapa berbahayanya dibandingkan dengan strain sebelumnya.
"Kami benar-benar tidak tahu," kata Fauci kepada ABC "Good Morning America," sambil menyebut spekulasi terlalu dini.
Varian baru ini menjadi ujian terbaru bagi upaya Biden untuk menahan pandemi, mengurangi dampaknya terhadap ekonomi.
Kemudian, mengembalikan rasa normal ke AS selama musim liburan.
Baca juga: Perdana Menteri Selandia Baru Sebut Omicron Sebagai Pengingat Risiko Masih Ada di Perbatasan
Ketika Omicron menyebar ke seluruh dunia, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan:
"Kami akan terus menilai langkah-langkah apa yang perlu kami ambil untuk melindungi rakyat Amerika."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/booster-vaksin-covid-19-di-inggris.jpg)