Breaking News:

Internasional

Anggota Parlemen Inggris Tolak Pembatasan Omicron, Sebut Seperti Jalan Menuju Neraka

Sejumlah anggota Parlemen Inggris menyebut pembatasan Covid-19 varian Omicron tidak beralasan. Anggota parlemen Tory memperingatkan Perdana Menteri

Editor: M Nur Pakar
AFP/JESSICA TAYLOR
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara dalam agenda mingguan di depan anggota parlemen di House of Commons di London. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Sejumlah anggota Parlemen Inggris menyebut pembatasan Covid-19 varian Omicron tidak beralasan.

Anggota parlemen Tory memperingatkan Perdana Menteri Boris Johnson, membatasi kebebasan seperti jalan "menuju neraka".

Pemberontakan besar dari 33 anggota parlemen Tory, termasuk mantan menteri kabinet Konservatif Greg Clark, Jeremy Wright dan Esther McVey, serta Mark Harper.

Anggota parlemen Tory memperingatkan aturan isolasi diri dapat menyebabkan "pingdemic" baru.

Dimana, dapat mengakibatkan orang sehat didenda jika meninggalkan rumah.

Kekhawatiran muncul bahwa ancaman harus tinggal di dalam rumah selama 10 hari dapat mencegah orang bersosialisasi.

Saat ini, petugas kesehatan akan terus melakukan program suntikan booster baru .

Baca juga: Dua Dokter Israel Positif Covid-19 Omicron, Sekembali Hadiri Sebuah Konferensi di Inggris

Christopher Chope, anggota parlemen Konservatif, mengklaim peraturan itu bagian dari kampanye propaganda menakut-nakuti.

Dia mengatakan benar-benar dirancang untuk membatasi atau menghentikan interaksi antara hewan sosial.

Pemerintah juga dituduh melakukan pendekatan 'visi terowongan' terhadap pembatasan

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved