Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026

Dokter Reisa Sebut Pengobatan Covid-19 Masih Efektif pada Varian Omicron, Waspada Potensi KLB

Menurutnya, para ahli akan menyediakan informasi yang cukup banyak dalam beberapa hari atau beberapa minggu mendatang.

Tayang:
AFP
Covid-19 varian Omicron asal Afrika Selatan mulai mengancam Dunia 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, mengatakan, sejauh ini masih ada kabar baik terkait varian Omicron.

Cara pengobatan pada Covid-19 saat ini pada varian Omicron masih efektif, bahkan dalam menangani pasien Covid-19 yang parah.

"Untuk pasien tidak gejala dan ringan diminta isolasi mandiri paling tidak 10 hari dengan konsultasi dokter atau puskemas," ujar Reisa, mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada konferensi pers virtual, Kamis (2/12/2021).

Ia juga mengatakan, WHO meminta negara anggota badan dunia itu, termasuk Indonesia, berkontribusi dalam berbagai data karakter klinis agar karakter varian dapat segera dianalisis secara bersama.

Oleh karena itu, upaya tes dan pelacakan virus harus tetap konsisten di angka yang tinggi, yaitu minimal satu tes perseribu orang perminggunya.

"Kemarin saja di seluruh Indonesia, ada 208.099 orang dites. Lebih dari cukup mendeteksi seberapa tinggi atau rendahnya penularan Covid di Indonesia," kata Reisa.

Berkat angka tes yang tinggi, katanya, pemerintah dapat mempercayai data yang menunjukkan tingkat konfirmasi positif perhari selama seminggu terakhir.

Baca juga: Jamaah Umrah RI Masih Bisa Datang, Meskipun Omicron Muncul di Arab Saudi

Baca juga: Sudah Miliki 40 Dokter Spesialis, RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli Masih Butuh Tambahan 8 Orang Lagi

Baca juga: Sosok Elwizan Aminudin, Dokter Gadungan Tim PSS Sleman, Ngaku Lulusan USK Banda Aceh

Reisa menyebutkan tingkat konfirmasi saat ini berada di bawah satu persen hingga kisaran 0,2 persen.

Masih mengutip WHO, Reisa mengatakan, badan dunia itu pada Minggu (28/11/2021) mengatakan belum jelas apakah Omicron lebih menular atau menyebabkan penyakit lebih parah dibandingkan varian lainnya.

"Ahli epidemiolog Afrika Selatan belum cukup data yang dikumpulkan untuk menentukan implikasi klinis Omicron dengan varian lain," katanya.

Menurutnya, para ahli akan menyediakan informasi yang cukup banyak dalam beberapa hari atau beberapa minggu mendatang.

Sambil menunggu para peneliti dunia mempelajari mutasi Omicron, katanya, WHO menyarankan kepada seluruh warga untuk melindungi diri dan keluarganya untuk memutus penyebaran Covid-19.

Ini dilakukan dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berkerumun dan membatasi mobilitas dengan selektif bepergian.

"Dan jangan lupa ada tambahan nih. Perhatikan ventilasi dalam ruangan, ketika berada di ruangan, sanitasi dan kebersihan harus dijaga. Jangan memaksakan untuk keluar rumah apa bila Anda merasa sakit," katanya lagi.

"Pastikan tetap di rumah dan segera lakukan tes. Apa bila hasil positif, namun gejala ringan segera lakukan isolasi mandiri secara benar yang akan mempercepat penyembuhan," katanya.
Potensi KLB

Baca juga: 24 Tahanan Kabur di Jambi, 19 Orang Sudah Berhasil Ditangkap hingga Kapolres Diperiksa

Baca juga: Viral Wanita Pamer Buah Dada dan Kelamin di Bandara Yogyakarta, Polisi Buru Pelaku

Baca juga: FPMPA Silaturahmi dengan Kapolda, Apresiasi Kinerja Polisi Soal Vaksinasi & Pemberantasan Narkoba 

Pada bagian lain, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Siti Nadia Tarmizi menyebutkan setidaknya ada empat hal yang menjadi perhatian bila ada varian baru dari Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved