Kamis, 4 Juni 2026

Dua Penjaga Buldozer Meninggal Tertimbun Longsor

Dua penjaga alat berat jenis buldozer meninggal dunia akibat tertimbun longsor di kebun milik warga kawasan Dusun Jati, Desa Seuneubok

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Dua penjaga bulldozer yang meninggal tertimbun longsor dievakuasi dengan mobil kebun, kemudian dipindahkan ke ambulans dan mobil pikap BPBD Bireuen, Kamis (2/12/2021) 

BIREUEN - Dua penjaga alat berat jenis buldozer meninggal dunia akibat tertimbun longsor di kebun milik warga kawasan Dusun Jati, Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Bireuen, pada Kamis (2/11/2021) dini hari WIB.

Dalam insiden yang diperkirakan terjadi antara pukul 01.00- 04.00 WIB, itu mereka tertimbun longsor saat tidur di tanah dekat alat berat tersebut.

Baca juga: Begini Kronologis Lengkap 2 Penjaga Bulldozer Ditemukan Meninggal Tertimbun Longsor di Juli Bireuen

Baca juga: 2 Penjaga Bulldozer di Juli Meninggal Tertimbun Longsor, Mayat Keduanya Dievakuasi Pakai Mobil Kebun

Kedua korban yang merupakan warga setempat adalah Muhammad Rika (20) dan Kabirin alias Gugun (40).

Mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi pagi kemarin sekitar pukul 07.20 WIB.

Puluhan warga bersama anggota Polsek Juli turun ke lokasi melihat musibah itu.

Baca juga: Jalan Tertimbun Longsor, Satu Desa di Bener Meriah Masih Terisolir, Begini Kondisinya

Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH, melalui Kapolsek Juli, Iptu Fajriadi SH, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, terkait musibah itu, tim Polsek Juli bersama Polres Bireuen mendapatkan keterangan dari dua saksi yaitu Safri (29), kernet buldozer, warga Desa Cot Gapu, Bireuen dan Fahmi (15), warga Desa Seuneubok Dalam yang merupakan adik ipar korban Kabirin alias Gugun.

Menyangkut kronologi penemuan korban, Kapolsek Juli menjelaskan, berdasarkan keterangan dari kedua saksi, sekitar pukul 07.20 WIB, Safri tiba di lokasi dan kemudian hendak menghidupkan alat berat.

Baca juga: Begini Kronologis Warga Tertimbun Longsor Lalu Hanyut ke Sungai

Lalu, ia melihat ada tanah longsor di samping alat berat dan dua sepeda motor milik penjaga alat berat tersebut.

Namun, orangnya tidak ada di lokasi.

Beberapa menit kemudian, sebut Kapolsek Juli, datang  Fahmi  yang hendak mencari abang iparnya Kabirin alias Gugun karena belum pulang ke rumah.

Baca juga: Lintas Blangkejeren-Kutacane Tertimbun Longsor Pada 2 Titik, Arus Transportasi Sempat Lumpuh 8 Jam

Mendengar cerita Kabirin, Safri  mulai curiga.

Lalu, ia memindahkan alat berat menjauh dari area longsor.

Setelah alat berat dipindahkan, Safri langsung melihat ada ujung kain selimut di bawah tanah longsor tersebut.

Mereka menduga Rika dan Kabirin sudah tertimbun longsor. “Lalu, Safri menyuruh Fahmi untuk melaporkan temuan itu kepada keuchik,” ujar Kapolsek.

Setelah mendapat laporan tersebut, Keuchik Seuneubok Dalam, Adinur (38) bersama puluhan warga langsung menuju ke lokasi.

Setibanya di tempat tersebut, warga langsung menggali area longsor dan tak lama kemudian ditemukan kedua korban dalam posisi tertidur dan masih menggunakan selimut.

Namun, keduanya sudah dalam kondisi meninggal dunia. Setelah itu, Keuchik menghubungi Polsek, Puskesmas, dan BPBD Bireuen untuk mengevakuasi korban.

Anggota Polsek Juli yang pertama tiba di lokasi, bersama masyarakat langsung mengevakuasi korban.

Amatan Serambi, karena kondisi jalan sulit dilalui (menanjak dan menurun serta licin), jenazah korban dievakuasi menggunakan mobil Toyota Hiline milik warga setempat.

Setelah sampai di jalan desa, kedua jenazah dipindahkan ke ambulans Puskesmas Juli I dan pikap BPBD Bireuen yang sudah menunggu.

Kedua korban segera dibawa ke Puskesmas Juli untuk divisum.

Puluhan warga serta keluarga korban ikut mengantar jenazah keduanya dengan sepeda motor dari belakang dan sesekali terpaksa berhenti karena jalan menanjak dan menurun, serta licin dan rusak berat. 

Menurut keterangan dokter di Puskesmas Juli I, kedua korban diperkirakan sudah meninggal kurang lebih delapan jam lalu atau sekitar pukul 01.00 WIB.

Dugaan itu antara lain didasarkan pada kondisi jenazah yang sudah kaku.

Hasil visum, tidak ada tanda-tanda kekerasan lainnya pada tubuh kedua korban.

Setelah dilakukan visum oleh tim medis Puskesmas Juli, jenazah korban dibawa pulang ke rumahnya menggunakan ambulans puskesmas tersebut untuk dilakukan fardhu kifayah.

Muzakkir, ayah Muhammad Rika terlihat mendampingi jasad anaknya mulai dari lokasi ia meninggal ke Puskesmas dan kemudian sampai ke rumahnya.

Keuchik Seuneubok Dalam, Adinur, mengatakan, proyek jalan terobos itu dibiayai oleh dana pokok-pokok pikiran (pokir) salah seorang anggota DPRK Bireuen.

Proyek itu baru beberapa hari dikerjakan yang diawali pembukaan jalan menggunakan alat berat jenis buldozer.

“Pekerjaan baru beberapa hari dilaksanakan.

Mereka berdua giliran jaga malam, mungkin tidur disamping alat berat yang dekat tebing perbukitan.

Lalu, tebing tersebut longsor dan menimpa mereka,” jelas Keuchik Adinur.

Longsor itu terjadi kemungkinan karena curah hujan di kawasan tersebut sedang tinggi. Hal itu dapat dilihat dari kondisi jalan yang licin.

Kapolres Bireuen berharap musibah harus jadi pelajaran  bagi masyarakat.

“Artinya, jika sedang musim hujan, melakukan pekerjaan yang berdekatan dengan kawasan mudah longsor harus hati-hati dan jangan dekat-dekat dengan tebing.

Pekerjaan jalan terobos itu dilaksanakan sejak Sabtu (27/11/2021) lalu. Paket proyek dari Dinas Pertanian Bireuen itu dikerjakan oleh CV Intan Jaya Grup.

Kepala BPBD Bireuen, Afwadi BA bersama timnya juga memintai keterangan dari sejumlah saksi mata. Saat tiba di lokasi, sambung Afwadi, timnya juga ikut membantu mengevakuasi korban ke Puskesmas.

Baca juga: VIDEO Tertimbun Longsor, Jalan Nasional Bireuen-Takengon Sempat Lumpuh Selama Tujuh Jam

Afwadi mengatakan, musibah tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi warga lain.

Apalagi, sekarang sedang musim hujan, selain rawan longsor kawasan tersebut juga rawan banjir. (yus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved