Breaking News:

Berita Banda Aceh

Petugas Gabungan Dishub dan Kepolisian Gembok Roda 10 Mobil yang Parkir di Zona Larangan

"Umumnya para pemilik kendaraan tahu ada rambu-rambu larangan parkir di sana. Tapi, tetap memarkirkan kendaraan di ona larangan."

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Petugas Dishub Kota Banda Aceh menggembok roda kendaraan yang parkir di zona terlarang, di Jalan Kakap, samping RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh. 

"Umumnya para pemilik kendaraan tahu ada rambu-rambu larangan parkir di sana. Tapi, tetap memarkirkan kendaraan di ona larangan."

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petugas gabungan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta serta Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh menggembok roda 10 mobil yang parkir di 'zona larangan' sepanjang Jalan Kakap, samping Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, (RSUZA) Banda Aceh.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan, Aqil Perdana Kusuma SH MH mengatakan, 10 mobil yang digembok rodanya itu melanggar lokasi larangan parkir.

"Umumnya para pemilik kendaraan tahu ada rambu-rambu larangan parkir di sana. Tapi, tetap memarkirkan kendaraan di pinggir jalan yang menjadi zona larangan.”

“Begitu ditilang ada saja alasannya, mulai yang sekedar parkir sebentar saja.”

“Lalu, alasan ketiadaan lahan parkir di dalam kompleks rumah sakit serta beralasan kamar pasien yang dikunjungi dekat dengan lokasi parkir dan sebagainya," kata Aqil kepada Serambinews.com, Sabtu (4/12/2021).

Baca juga: Perempuan Pemeran Video Syur di Bandara Ditangkap Polisi 

Baca juga: Mantan Kombatan GAM Serahkan Buku MoU Helsinki ke TNI dan Polri, Begini Suasana Milad di Aceh Barat

Pun demikian pemilik kendaraan tetap diarahkan membayarkan denda tilang melalui bank, setelah petugas gabungan mendatangi pelanggar tersebut di lokasi mobilnya ditilang untuk membuka gembok roda dan menyerahkan surat tilang.

"Begitu surat tilang diserahkan oleh petugas Kepolisian, SIM atau STNK milik pelanggar itu ditahan sementara sampai yang bersangkutan membayarkan tilang melalui bank.”

“Namun, tetap ada di antara pelanggar yang ingin mengikuti sidang, iya kita persilakan saja," ungkap Aqil.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved