Pabrik Migor
Ironis, Pabrik CPO Relatif Banyak, Aceh tak Punya Satu pun Pabrik Minyak Goreng
Kalau dilihat dari sumber bahan bakunya, sudah lebih dari cukup. Buktinya, jumlah pabrik CPO di Aceh sudah mencapai 55 unit, kemudian luas arael perke
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Menjelang akhir tahun 2021 dan memasuki tahun baru 2022, kata Aldy, berbagai jenis kebutuhan pokok, terus bergerak naik.
Pada bulan lalu, setelah minyak goreng naik, disusul telur ayam ras, gula pasir dan kacang kedelai.
Pada minggu kedua, Desember ini, harga yang naik adalah tepung terigu cap segi tiga biru naik dari Rp 198.000 naik menjadi Rp 203.000/sak (25 Kg).
Baca juga: Muspika Peunaron Pacu Vaksinasi Covid-19, Sebanyak 3.133 Warga Sudah Divaksin
Tepung terigu cap payung sudah naik dua minggu lalu dari Rp 167.000 menjadi Rp 172.000/sak dan tepung terigu cap cakra naik dari Rp 210.000 menjadi Rp 215.000/sak (25 Kg).
Kacang kuning (kacang kedelai), bahan baku buat tempe dan tahu, sebut Aldy, harganya, masih bertahan Rp 550.000/sak (50 Kg), gula pasir juga demikian setelaha naik minggu kemarin, bertahan di harga Rp 610.000 – Rp 615.000/sak (50 Kg), telur ayam ras juga demikian berthan pada level Rp 385.000/ikat (300 butir), beras ketan Rp 320.000/sak (25 Kg), tepung ketan Rp 190.000/kotak (20 bungkus), tepung beras Rp 110.000/kotak (20 bungkus).
Aldy mengatakan, permintaan kebutuhan pokok, sdeperti minyak goreng, telur ayam ras, beras ketan, tepung ketan, tepung beras, kacang kedelai dfan gula pasir, memasuki minggu kedua bulan Desember ini mengalamai kenaikan bervariasi, antara 35 – 45 persen.
Hal ini dipengaruhi, karena di gampong-gampong pada bulan Desember ini, sejalan telah menurunnya kasus covid 19 diseluruh daerah, sudah berani melakukan kenduri maulid di desa dan gampong-gampong.
Selain itu, pada bulan maulid ini, juga banyak masyarakat di gampong dan di kota melakukan pesta perwakinan di gedung, hotel maupun rumah pribadi.
"Kondisi itu membuat daya beli kebutuhan pokok jadi bergerak naik, secara perlahan-lahan,” tutur Aldy.
Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah SP, MP mengatakan, dirinya juga, sering mempertanyakan hal yang disampaikan Wakil Ketua Kadin itu kepada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit di Aceh, kenapa mereka belum mau bangun pabrik minyak goreng, padahal pasar minyak goreng di Aceh cukup besar.
Dengan jumlah penduduk Aceh 5,2 juta jiwa orang dan Aceh terkenal dengan sebutan jutaan warung kopi, dimana kebutuhan minyak gorengnya cukup banyak.
Makanan di Aceh, banyak yang yang menggunakan minyak goreng, mulai dari mi goreng, martabak telur, goreng pisang, goreng tahu, goreng tempe, goreng daging, goreng ikan dan lainnya menggunakan minyak goreng.
“Sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, kami sudah mengajak para pengusaha pabrik CPO yang ada di Aceh untuk bangun pabrik minyak goreng, tapi para pengusaha pabrik CPO itu menyatakan, lihat kondisi lapangannya dulu Bu,”ujar Cut Huzaimah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/satu-unit-mobil-tangki-pengangkut-minyak-goren.jpg)