Breaking News:

Kisruh Internal PNA

Ketua Mahkamah Partai Minta Irwandi Yusuf Rangkul Kembali Pengurus PNA versi KLB

Untuk mereka yang terlibat aktif merongrong kewibawan partai harus diberi sanksi yang tegas berupa pemecatan.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAl
Foto kolase Tiyong bersama pengurus PNA dan suasana Kongres Luar Biasa PNA di Bireuen, Sabtu (14/9/2019) 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) hasil Kongres 2017, Irwandi Yusuf diminta untuk merangkul kembali pengurus PNA versi Kongres Luar Biasa (KLB) yang diketuai Samsul Bahri Ben Amiren alias Tiyong demi keberlangsungan partai.

Permintaan itu disampaikan Ketua Mahkamah Partai kubu Irwandi, Sayuti Abubakar setelah keluar putusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Aceh yang menolak permohonan kubu Tiyong.

"Terkait yang mendukung PNA versi KLB, saran saya kalau masih bisa dirangkul, ya dirangkul kembali demi keberlangsungan partai ke depan terkhusus untuk kader yang hanya ikut-ikutan," kata Sayuti menjawab Serambinews.com, Kamis (9/12/2021). 

Adapun permohonan Tiyong Cs meminta Kemenkumham Aceh mengesahkan perubahan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), dan kepengurusan PNA hasil KLB. Tapi menurut Kemenkumham Aceh permohonan itu tak memenuhi syarat.

Keputusan penolakan itu sendiri tertuang dalam surat Nomor W.1.AH.11. 03-877 tanggal 6 Desember 2021 dan ditandatangani oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Drs Meurah Budiman SH MH yang kopiannya diterima Serambi, Selasa (7/12/2021) malam.

"Berdasarkan hasil penelitian dan verifikasi dokumen faktual yang disampaikan oleh DPP PNA versi KLB, dengan ini disampaikan bahwa permohonan pengesahan perubahan AD, ART, dan kepengurusan PNA tidak dapat disahkan," demikian bunyi surat Kemenkumham Aceh.

Baca juga: PNA Kubu Tiyong Minta Kemenkumham Terbitkan SK Meskipun Irwandi Ajukan Kasasi

Baca juga: PNA Kubu Tiyong Surati Kemenkumham Aceh

Mereka yang perlu dirangkul kembali, menurut Sayuti, adalah kader-kader yang hanya ikut-ikutan saat pelaksanaan KLB. Namun bagi mereka yang terlibat aktif merongrong kewibawan partai harus diberi sanksi yang tegas berupa pemecatan.

"Berdasarkan komunikasi sebelumnya (dengan Irwandi), partai akan mengambil tindakan tegas terhadap Tiyong Cs yang selama ini telah merongrong keutuhan dan kewibaan partai," ungkap Sayuti.

Tapi, Sayuti tetap berharap Irwandi bisa merangkul kembali pengurus PNA versi KLB. "Terlepas dari hal-hal tersebut di atas tentunya hal yang paling indah adalah ketika kita dapat merangkul semua kembali dalam PNA," sarannya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved