Breaking News:

Kajian Islam

Abiya Jeunieb Khutbah di Masjid Haji Keuchik Leumiek: Kehidupan Yang Sebenarnya di Akhirat

gk Muhammad Yusuf atau yang lebih dikenal Abiya Jeunieb pimpinan Dayah Ruhul Mudi Jeunieb menjadi khatib khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Tgk Muhammad Yusuf atau yang lebih dikenal Abiya Jeunieb pimpinan Dayah Ruhul Mudi Jeunieb menjadi khatib khutbah Jumat (10/12/2021) dan yang menjadi imam adalah Tgk H Taqdir Feriza, S.Pd. 

SERAMBINEWS.COM – Tgk Muhammad Yusuf atau yang lebih dikenal Abiya Jeunieb pimpinan Dayah Ruhul Mudi Jeunieb menjadi khatib khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh (10/12/2021) dan yang menjadi imam adalah Tgk H Taqdir Feriza, S.Pd.

Dalam kesempatan ini, Abiya Jeunieb mengulas mengenai takdir yang telah Allah SWT atur, karena sudah ditakdirkan Allah, Abiya berkesempatan menjadi khatib Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh.

Sebutnya, apabila Allah SWT tidak mengizinkan, maka tentu Abiya tidak bisa mengisi khutbah Jumat di masjid yang berlokasi di Lamseupeung ini.

“Allah SWT telah mentakdirkan, sehingga bisa bertatap muka seperti ini,” kata khatib dari mimbar.

Sebut khatib, Allah telah mewajibkan bagi umat Muslim untuk mengerjakan shalat, sehingga ketika adzan berkumandang, wajib seorang Muslim meninggalkan pekerjaannya dan menunaikan perintah Allah SWT.

Apabila kewajiban sudah ditunaikan, ibadah (shalat) sudah dikerjakan, maka tidak masalah jika kembali melanjutkan pekerjaan yang dilakukan sebelum adzan berkumandang.

“Apabila mendengarkan adzan, maka langsung tunaikan kewajiban kepada Allah, apabila sudah dikerjakan bisa kembali kepada pekerjaan sebelumnya,” ujar Abiya.

Baca juga: Hukum Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu, Batal atau Tidak? Begini Penjelasan UAS & Buya Yahya

Dalam kesempatan tersebut, Abiya juga menjelaskan bukan mudah untuk memahami kandungan Alquran, bahkan sampai tutup usia pun, kemungkinan bagi manusia biasa tidak akan paham 100 persen kandungan Alquran.

“Memahami kandungan Alquran, tidak bisa hanya sebulan belajar, bahkan sampai tutup usia pun mungkin tidak akan paham sampai 100 persen,” sebut Abiya.

Pimpinan Dayah Ruhul Mudi Jeunieb dalam kesempatan ini juga mengatakan, tidak ada kuasa manusia untuk menghindar dari dosa.

Tak ada manusia yang sanggup lari dari kemaksiatan, pun tidak ada manusia yang sanggup bertakwa dengan sesungguhnya bertakwa jika tidak dibantu Allah SWT.

Tidak ada kuasa manusia untuk menentukan dirinya sendiri, karena semua dalam hidup selalu ada Allah SWT mengatur hidup manusia.

Namun, manusia harus tetap berusaha menjadi terbaik, menjauh dari kemaksiatan dan takwa kepada Allah, apabila dua hal demikian dilakukan, dengan mudah Allah membantu menyempurnakan keinginan seorang muslim untuk menjadi lebih baik dan merasakan keimanan dalam hatinya.

“Tidak ada manusia yang mampu lari dari kemaksiatan, tidak ada pula ketakwaan jika tidak dibantu oleh Allah SWT, hidup yang sebenarnya adalah di akhirat, sehingga setiap manusia perlu mempersiapkan dirinya sebelum tiba waktu untuk menghadap Sang Pencipta,” tutup Abiya. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Baca juga: Tgk H Tamlicha Hasan Khatib Shalat Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek, Ini Isi Khutbahnya

Baca juga: Ini Khutbah Shalat Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh

Baca juga: Khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek, Khatib: Kerjakan Kemungkaran Maka Balasannya Kejahatan 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved