Selasa, 19 Mei 2026

Mihrab

Birrul Walidain: Fondasi Peradaban Aceh

KATA-KATA "Birrul Walidain" ini berasal dari bahasa Arab yang bermakna "berbuat baik kepada kedua ibu dan bapak

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. TEUKU ZULKHAIRI, MA Penulis Buku "Syari'at Islam Membangun Peradaban". 

OLEH Dr. TEUKU ZULKHAIRI, MA Penulis Buku "Syari'at Islam Membangun Peradaban".

KATA-KATA "Birrul Walidain" ini berasal dari bahasa Arab yang bermakna "berbuat baik kepada kedua ibu dan bapak".

Kata-kata ini tentu sering kita dengar dan simak saat mempelajari kitab-kitab akhlak dasar sewaktu kita belajar di TPA dahulu

Bahkan juga hingga kini di berbagai literatur.

Islam menaruh perhatian yang sangat serius terhadap perkara ini. Bahkan perintah menauhidkan Allah dan menyembah- Nya dalam sejumlah ayat langsung diikuti dengan perintah berbuat baik kepada kedua ibu bapak.

Sebagai sebuah bangsa, akan banyak keutamaan dan kemuliaan yang kita raih sekiranya di Aceh kita dapat melahirkan dan mencetak banyak anak-anak muda yang berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya.

Apabila hari ini kita bertanya kemana arah orientasi pendidikan yang ingin kita tuju, semestinya kita dapat menempatkan kembali visi melahirkan generasi muda yang mengabdi kepada kedua orang tuanya sebagai juga visi utama institusi keluarga dan lembaga pendidikan di Aceh.

Segenap infrastruktur dan suprastruktur pendidikan kita juga harus kita korelasikan ke visi ini

Sehingga desain epistemologi pendidikan kita, ontologi dan aksiologinya dapat mengarah kepada tujuan ini.

Fondasi peradaban Aceh Jadi betapa penting dan sakralnya perintah berbuat baik kepada kedua orangtua bagi seorang anak.

Pada tulisan ini, saya akan mengajak pembaca sekalian untuk melihat hubungan antara Birrul Walidain dengan peradaban Aceh.

Islam menjelaskan keutamaan seorang anak yang mau berbakti kepada kedua ibu bapaknya.

Dia akan menjadi orang-orang terpilih untuk memperoleh kemuliaan dengan berkat pengabdiannya kepada kedua ibu bapaknya.

Bahkan doa-doanya akan mudah untuk diistijabah oleh Allah Swt.

Baik doa untuk dirinya maupun untuk orang lain. Mari kita ingat kembali kisah Uwais Al-Qarni di masa Rasulullah Saw.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved