Mihrab
Birrul Walidain: Fondasi Peradaban Aceh
KATA-KATA "Birrul Walidain" ini berasal dari bahasa Arab yang bermakna "berbuat baik kepada kedua ibu dan bapak
Seorang anak yang mengabdi pada Ibundanya. Lokasi tinggal Uwais begitu jauh dengan Rasulullah SAW.
Tapi suatu ketika, Rasulullah atas pemberitahuan Malaikat Jibril memberitahukan kepada para sahabatnya profil Uwais di langit.
Uwais kata Rasulullah adalah pemuda yang tidak terkenal di muka bumi ini, tapi dia sangat terkenal di kalangan penduduk langit, di hadapan para Malaikat.
Namanya di sana begitu harum mewangi. Itu karena Uwais adalah seorang anak yang mengabdi pada ibu bapaknya.
Ia menyuapi sang Ibunda dihari tuanya dengan penuh kesabaran dan harapan seperti halnya sang ibunda menaruh asa dan kasih sayang saat menyuapi Uwais dikala bayinya.
Rasulullah SAW memberitahukan ciri-ciri Uwais kepada para sahabatnya. Jika para sahabatnya kelak berjumpa dengan pemuda ini, Rasulullah meminta agar mereka meminta didoakan Uwais untuk diampuni oleh Allah Swt.
Apa maknanya?
Doa Uwais itu jamin diterima oleh Allah.
Sebabnya tentu karena pengabdiannya kepada kedua orang tua. Rasulullah Saw juga mengatakan, bahwa Syurga terbaik itu adalah melalui pintu orang tua kita.
Coba perhatikan hadis Rasulullah yang diriwayatkan Imam Tirmizi: "Orang tua adalah pintu surga yang paling baik.
Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya".
Orang tua adalah jembatan kita ke syurga sekiranya kita bisa menjadi anak yang taat dan mengabdi kepada keduanya.
Itu jaminan Rasulullah saw.
Sebaliknya, anak yang tidak mau mengabdi kepada kedua bapaknya maka ia akan menjadi anak yang durhaka dan memperoleh balasan yang sangat keras di akhirat.
Atau bahkan juga mungkin balasannya disegerakan di dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/akademisi-uin-ar-raniry-dr-tgk-teuku-zulkhairi-ma.jpg)