Rehab Rumah Duafa Tanpa Ongkos Tukang
Dinas Sosial Pidie membantu rehab rumah warga miskin dengan hanya memberikan material bangunan
* Hanya Dibantu Material
SIGLI - Dinas Sosial Pidie membantu rehab rumah warga miskin dengan hanya memberikan material bangunan.
Sementara untuk merehab rumah tersebut, ongkos tukang tidak diplot.
Dana dialokasikan untuk merehab rumah warga miskin Rp 6 juta.
Anehnya, dana rehab rumah yang berasal dari pokok pikiran (pokir) dewan justru diplotkan Dinsos Pidie Rp 10 juta hingga 25 juta per rumah.
Data diterima Serambi, Kamis (9/12/2021), bantuan rehab rumah dari Dinsos Pidie diberikan kepada Hasballah M Ali (60), warga Gampong Kulam Baro, Kecamatan Simpang Tiga.
Dinsos Pidie hanya memberikan 3.000 batu bata, 40 sak semen, dan dua truk pasir.
Sehingga, anak kandung Hasballah bingung bantuan rehab rumah tanpa diberikan ongkos tukang.
Sebab, Hasballah yang kini sakit juga tercatat warga miskin di gampong itu.
Belakangan anak Hasballah harus membantu biaya untuk merehab rumah orang tuanya.
Direktur Pos Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (PB-HAM) Pidie, Said Safwatullah SH kepada Serambi, Kamis (9/12/2021) mengatakan, perencanaan yang dilakukan Dinsos Pidie sanggat memberatkan kaum duafa yang diberikan bantuan.
Sebab, warga miskin menerima bantuan rehab rumah, idealnya tidak lagi mengeluarkan biaya untuk merehab rumah.
" Dana diplotkan untuk rehab rumah, selain material juga harus dianggarkan ongkosnya.
Ini aneh saja, kok bisa begitu, bantuan diberikan hanya material saja.
Kasihan warga miskin, kalau uang tidak ada, otomatis material bangunan itu telantar," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tinjau-rumah-duafa-di-aceh-besar_31-agustus-2021.jpg)