Kamis, 23 April 2026

Berita Kutaraja

Jumpai Komisi VI DPR RI, BRA Perjuangkan Lapangan Kerja untuk Eks Kombatan GAM

 Azhari Cage menjelaskan, sesuai dengan butir MoU bahwa lapangan pekerjaan bagi eks kombatan harus tersedia.

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
Dok BMKG
Ketua BRA, Azhari Cagee melakukan pertemuan dengan anggota Komisi VI DPR RI untuk membicarakan lapangan kerja untuk eks kombatan GAM, Senin (13/13/2021). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Azhari Cagee bersama rombongan melakukan pertemuan dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (13/12/2021).

Dalam pertemuan itu, BRA memperjuangkan beberapa hal untuk Aceh, terutama lapangan kerja untuk eks kombatan hingga hak untuk anak-anak yatim korban konflik Aceh.

Pertemuan itu difasilitasi oleh Rafli Kande, Anggota Komisi VI DPR RI asal Aceh.

 Azhari Cage menjelaskan, sesuai dengan butir MoU bahwa lapangan pekerjaan bagi eks kombatan harus tersedia.

"Semua orang yang ada di Aceh wajib menjaga perdamaian dan merealisasikan butir MoU dan UUPA,” urai dia.

“Eks kombatan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik Aceh, sesuai MoU hak-hak eks kombatan harus dipenuhi," kata Azhari Cagee.

Baca juga: BRA Gelar FGD Bahas Pergub Jaminan Sosial Bagi Eks Kombatan

Azhari menjelaskan, kalau dulu setelah DI TII ada dana veteran, namun saat hal yang sama ini belum dilakukan apapun untuk eks kombatan.

"Tanah pertanian dan lapangan pekerjaan juga belum ada. Itu untuk eks kombatan, belum lagi kita cerita anak-anak yatim yang ayahnya meninggal waktu konflik yang sejak kecil hidup dan sekolah ditanggung sendiri oleh ibunya yang rata-rata hidup susah," katanya.

Bahkan lanjutnya, setelah sekolah, anak-anak korban konflik juga menghabiskan biaya sendiri untuk kuliah atau bertahan hidup.

Parahnya, setelah kuliah atau saat dewasa, mereka tidak tahu harus bekerja di mana.

"Maka kita menjumpai Komisi 6 DPR RI ntuk meminta dukungan dan juga meminta agar bisa menyampaikan kepada Menteri BUMN, Pak Erick Thohir agar ada porsi-porsi khusus dari BUMN dan perusahaan swasta yangg ada di Aceh seperti amanah MoU untuk eks kombatan dan anak-anak yatim konflik, " tuturrnya.

“Intinya. kita inginkan Aceh ini tetap damai dan apa-apa yang ada dalam MoU dan UUPA benar-benar diimplementasikan," tukas dia.

Baca juga: Badan Reintegrasi Aceh Terima Kunjungan Majelis Rakyat Papua, Cerita Otsus hingga UUPA

Azhari Cagee mengatakan, pihaknya tidak ingin Aceh ribut-ribut lagi.

Maka sebagai Ketua BRA sesuai dengan kewenangan yang ada, Azhari Cagee mencoba mencari dukungan dan menjumpai Komisi VI DPR RI dan juga meminta untuk diagendakan bertemu Menteri BUMN agar bisa menyampaikan hal tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved