Senin, 20 April 2026

Berita Banda Aceh

Bahas Perkembangan Aceh, Duta Besar Norwegia Bertemu Wali Nanggroe Malik Mahmud

Kecuali itu, pemenuhan keadilan pasca konflik bersenjata antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonsia.

Editor: Imran Thayib
Dok Katibul Wali
Second Secretary Dubes Norwegia, Valentin Musangwa foto bersama Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Al Haythar dan staf khusus di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Lampeuneret, Aceh Besar, Senin (20/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Norwegia melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Norwegia untuk Indonesia melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar.

Pertemuan tersebut berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Lampeuneret, Aceh Besar, Senin (20/12/2021).

Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M Nasir Syamaun MPA kepada Serambinews, menjelaskan, pertemuan antara Second Secretary Dubes Norwegia, Valentin Musangwa dengan Wali Nanggroe membahas sejumlah persoalan.

Adalah mulai dari perkembangan terkini perdamaian dan pembangunan Aceh.

Kecuali itu, pemenuhan keadilan pasca konflik bersenjata antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonsia.

“Dari Wali Nanggroe dan penasehatnya (Staf Khusus) saya mendapatkan penjelasan yang sesungguhnya, terkait situasi terkini Aceh dan sejarah masalalu Aceh yang pernah terjadi, dan begitu kompleks. Dan juga berbagai wawasan lainnya tentang Aceh,” kata Musangwa usai pertemuan.

Baca juga: Direktur NIH Peringatkan, Ratusan Ribu Orang Akan Mati Terpapar Covid-19, Jika Tidak Mendengarkannya

Baca juga: Video Korban Tewas Topan Rai di Filipina Bertambah Jadi 208 Jiwa, 52 Hilang

Baca juga: Selamat, Kapal Feri Tujuan Simeulue Berhasil Bersandar, Usai Tiga Hari Tertahan di Samudera Hindia

Pada pertemua itu, Wali Nanggroe didamping Staf Khusus, H Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man), dan DR M Rafiq.

Dari pertemuan dengan Wali Nanggroe, Musangwa mengaku mendapatkan pengertian bahwa ada banyak tantang yang harus dihadapi Aceh saat ini.

Musangwa juga mengaku mendapatkan banyak masukan untuk bagaimana membangun hubungan kerjasama antara Norwegia dan Aceh.

“Dan juga memberi kami beberapa panduan masukan agar bagaimana hubungan kerjasama dapat menyesuaikan keterlibatan kami yang lebih baik, dalam dukungan keadilan pasca konflik Aceh yang didukung oleh Pemerintah Norwegia dan akan terus didukung untuk masa-masa selanjutnya,” ujar Musangwa yang mengaku baru pertamakali datang ke Aceh.

Pertemuan dengan Wali Nanggroe membuat Musangwa lebih sangat memahami realitas dan situasi saat ini.

Artinya, tidak hanya tentang perkembangan keamanan Aceh, tetapi juga memahami masyarakatnya.

“Aceh tempat yang indah dan memiliki hutan yang alami dan negeri yang kaya. Saya berharap Aceh dan masyarakatnya dapat bangkit dan melanjutkan perkembangan.”

“Ada banyak hal dan prospek positif yang dapat dikembangkan di Aceh, baik untuk masyarakatnya dan juga pembangunan Aceh itu sendiri,” pungkas Musangwa.

Baca juga: Wali Nanggroe: Jika UUPA Direvisi, Kita Harus Bersatu

Baca juga: Wali Nanggroe Minta Persoalan Bendera Bintang Bulan Segera Diselesaikan dan Bisa Dikibarkan

Baca juga: Wali Nanggroe: Milad GAM Hanya Doa Bersama, Zikir dan Kenduri

Baca juga: Berkunjung ke Aceh, Majelis Rakyat Papua Temui Wali Nanggroe, Sepakat Advokasi Bersama ke Pusat

Terima Kunjungan Sekretaris Politik Kedubes Kanada

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved