Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Bahas Perkembangan Aceh, Duta Besar Norwegia Bertemu Wali Nanggroe Malik Mahmud

Kecuali itu, pemenuhan keadilan pasca konflik bersenjata antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonsia.

Editor: Imran Thayib
Dok Katibul Wali
Second Secretary Dubes Norwegia, Valentin Musangwa foto bersama Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Al Haythar dan staf khusus di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Lampeuneret, Aceh Besar, Senin (20/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Norwegia melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Norwegia untuk Indonesia melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar.

Pertemuan tersebut berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Lampeuneret, Aceh Besar, Senin (20/12/2021).

Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M Nasir Syamaun MPA kepada Serambinews, menjelaskan, pertemuan antara Second Secretary Dubes Norwegia, Valentin Musangwa dengan Wali Nanggroe membahas sejumlah persoalan.

Adalah mulai dari perkembangan terkini perdamaian dan pembangunan Aceh.

Kecuali itu, pemenuhan keadilan pasca konflik bersenjata antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonsia.

“Dari Wali Nanggroe dan penasehatnya (Staf Khusus) saya mendapatkan penjelasan yang sesungguhnya, terkait situasi terkini Aceh dan sejarah masalalu Aceh yang pernah terjadi, dan begitu kompleks. Dan juga berbagai wawasan lainnya tentang Aceh,” kata Musangwa usai pertemuan.

Baca juga: Direktur NIH Peringatkan, Ratusan Ribu Orang Akan Mati Terpapar Covid-19, Jika Tidak Mendengarkannya

Baca juga: Video Korban Tewas Topan Rai di Filipina Bertambah Jadi 208 Jiwa, 52 Hilang

Baca juga: Selamat, Kapal Feri Tujuan Simeulue Berhasil Bersandar, Usai Tiga Hari Tertahan di Samudera Hindia

Pada pertemua itu, Wali Nanggroe didamping Staf Khusus, H Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man), dan DR M Rafiq.

Dari pertemuan dengan Wali Nanggroe, Musangwa mengaku mendapatkan pengertian bahwa ada banyak tantang yang harus dihadapi Aceh saat ini.

Musangwa juga mengaku mendapatkan banyak masukan untuk bagaimana membangun hubungan kerjasama antara Norwegia dan Aceh.

“Dan juga memberi kami beberapa panduan masukan agar bagaimana hubungan kerjasama dapat menyesuaikan keterlibatan kami yang lebih baik, dalam dukungan keadilan pasca konflik Aceh yang didukung oleh Pemerintah Norwegia dan akan terus didukung untuk masa-masa selanjutnya,” ujar Musangwa yang mengaku baru pertamakali datang ke Aceh.

Pertemuan dengan Wali Nanggroe membuat Musangwa lebih sangat memahami realitas dan situasi saat ini.

Artinya, tidak hanya tentang perkembangan keamanan Aceh, tetapi juga memahami masyarakatnya.

“Aceh tempat yang indah dan memiliki hutan yang alami dan negeri yang kaya. Saya berharap Aceh dan masyarakatnya dapat bangkit dan melanjutkan perkembangan.”

“Ada banyak hal dan prospek positif yang dapat dikembangkan di Aceh, baik untuk masyarakatnya dan juga pembangunan Aceh itu sendiri,” pungkas Musangwa.

Baca juga: Wali Nanggroe: Jika UUPA Direvisi, Kita Harus Bersatu

Baca juga: Wali Nanggroe Minta Persoalan Bendera Bintang Bulan Segera Diselesaikan dan Bisa Dikibarkan

Baca juga: Wali Nanggroe: Milad GAM Hanya Doa Bersama, Zikir dan Kenduri

Baca juga: Berkunjung ke Aceh, Majelis Rakyat Papua Temui Wali Nanggroe, Sepakat Advokasi Bersama ke Pusat

Terima Kunjungan Sekretaris Politik Kedubes Kanada

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Al Haytar menerima kunjungan First Secretary Political affairs for Indonesia, Malaysia and Timor-Leste Embassy of Canada, Mr Antoine Nouvet di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Rabu (3/2/2021).

Kedatangan Sekretaris Utama Bidang Politik Kedutaaan Besar (Kedubes) Kanada tersebut disambut langsung Wali Nanggroe yang didampingi Staf Khusus, H Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), dan DR Rafiq.

Pada kunjungan itu, kepada Mr Antoine, Wali Nanggroe menyampaikan kondisi dan perkembangan terkini Aceh.

Baik kondisi ekonomi, potensi wisata, perkembangan pembangunan dan implementasi hasil perundingan MoU Helsinki selama 15 tahun terakhir.

“Dia ingin melihat perkembangan seluruh Indonesia, termasuk Aceh. Aceh sudah sangat dikenali di Kanada sejak dari masa konflik dulu. Sekarang dia datang melihat langsung Aceh,” kata Wali Nanggroe menyampaikan salahsatu poin yang diutarakan Mr Antoine kepada dirinya.

Menurut Wali Nanggroe, kunjungan Mr Antoine merupakan peluang besar untuk melakukan pendekatan dengan Kanada, dalam rangka pembangunan ekonomi Aceh ke depan.

“Banyak investor dari Kanada, itu yang saya rasa harus kita usahakan. Karena Kanada merupakan suatu negeri di dunia ini yang maju, kaya, dan sudah sangat canggih teknologinya,” kata Wali Nanggroe.

Sementara itu, Mr Antoine mengatakan, kunjugan kali ini merupakan kedatangan pertamakalinya ke Aceh.

Ia mengaku baru satu bulan bertugas di Kedubes Kanada.

“Ini juga pertemuan pertamakali dengan wali nanggroe,” kata Mr Antoine yang fasih berbahasa Indonesia.

“Sedikit di luar bidang saya, karena saya di bidang politik. Tapi secara umum Kanada ingin meningkatkan hubungan dengan Indonesia, dan tentu saja Indonesia secara umum, di semua provinsi dan termasuk Aceh,” komentar Mr Antoine

ketika ditanyakan tentang rencana kerjasama yang mungkin dilakukan antara Kanada dengan Aceh.

“Itu secara umum, tapi ada bagian yang terfokus ke bagian perdangan secara lebih persis. Dan pasti ketika Covid-19 selesai mungkin akan ada kesempatan kunjungan untuk bagian itu,” sebut Mr Antoine.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved