Rabu, 29 April 2026

Internasional

Ilmuwan Afrika Selatan Selidiki Hubungan Covid-19 Omicron dengan HIV, Virus Bertahan dan Bermutasi

Sejumlah ilmuwan Afrika Selatan sedang menyelidiki munculnya Omicron akibat penyakit HIV yang tidak diobati.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
BBCNews
Virus Omicron dengan HIV 

Profesor Tulio de Oliveira yang memimpin tim yang mengkonfirmasi penemuan Omicron, mencatat 10 hingga 15 kasus serupa telah ditemukan di bagian lain dunia, termasuk Inggris.

"Ini adalah peristiwa yang sangat langka," jelasnya.

"Tetapi ini penjelasan yang masuk akal bahwa individu yang mengalami imunosupresi pada dasarnya dapat menjadi sumber evolusi virus," katanya.

Baca juga: Pertarungan Virus Corona Delta dan Omicron, Afrika Selatan Tunjukkan Bukti Keganasannya

Ilmuwan Afrika Selatan itu telah menghadapi kritik dan bahkan ancaman pembunuhan di media sosial setelah penemuan varian Omicron.

Karena telah memicu larangan perjalanan yang cepat, kontroversial, dan merusak secara ekonomi dari negara-negara Barat.

Mereka ingin menghindari saran negara mereka, atau benua, harus dipilih untuk memproduksi varian baru.

Hubungan antara pasien yang tertekan kekebalan dan varian Covid-19 baru adalah hipotesis yang sangat masuk akal", kata Profesor Salim Karim, seorang spesialis HIV.

Dia juga mantan ketua komite penasihat Covid-19 pemerintah Afrika Selatan.

“Tapi itu tidak terbukti, kami telah melihat lima varian datang dari empat benua yang berbeda," tambahnya.

"Jadi, mengkambinghitamkan Afrika sungguh keterlaluan," tegasnya.

"Ini mengatakan, kami tidak khawatir tentang orang-orang dengan gangguan kekebalan dari seluruh dunia," ujarnya.

"Kami hanya khawatir jika mereka berkulit hitam dan dari Afrika," tambah Profesor Karim.

Para ilmuwan juga mencatat ada banyak alasan lain secara global, mengapa sistem kekebalan manusia mungkin terganggu.

Munculnya, misalnya, varian Alpha telah dikaitkan dengan pasien yang menerima pengobatan untuk kanker di Inggris.

"Diabetes, kanker, kelaparan, penyakit auto-imun, TB kronis, obesitas, kami memiliki populasi besar orang dengan kekebalan yang tertekan karena alasan lain," kata Profesor Marc Mendelson, kepala penyakit menular di rumah sakit Groote Schuur Cape Town.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved