Selasa, 12 Mei 2026

Tamiang Kembangkan Budidaya Udang Vaname

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB Haeru Rahayu puas dengan pembangunan klaster budidaya udang vaname

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Kondisi salah satu tambak yang berada di klaster budidaya udang vaname di Aceh Tamiang, Rabu (22/12/2021). 

KUALASIMPANG - Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB Haeru Rahayu puas dengan pembangunan klaster budidaya udang vaname yang dibangun di Aceh Tamiang.

Klaster ini diharapkan mendongkrak perekonomian masyarakat sekaligus dicontoh daerah lain.

Kepuasan Haeru Rahayu ini diungkapkannya langsung ketika meninjau lokasi klaster di Kampung Dagangsetia, Manyakpayed, Aceh Tamiang pada Rabu (22/12/2021).

Dalam kunjungan, ini Haeru bersama Forkopimda Aceh Tamiang sempat berkeliling meninjau satu per satu tambak yang baru selesai dikerjakan sejumlah 11 petak.

“Ini sangat baik, saya optimis hasilnya akan maksimal,” kata Heru didampingi Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Ketua DPRK Aceh Tamiang Suprianto dan pejabat lainnya.

Sebagai komitmen mendukung petani tambak, Haeru langsung menyerahkan dua juta benur udang vaname untuk disebar di klaster tersebut.

Berdasarkan diskusi dengan kelompok budidaya ikan penerima manfaat, benur ini akan memasuki usia panen dalam tiga bulan mendatang.

"Dari kalkulasi tadi, bisa menghasilkan Rp 10 juta sebulan untuk 18 pembudidaya, kalau UMK di sini Rp 3 juta, berarti tiga kali lipat keuntungannya," sebut Haeru.

Dia menjelaskan, pembangunan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat dengan Pemkab Aceh Tamiang yang bermkomitmen meningkatkan taraf kehidupan pelaku budidaya udang.

Ke depan, dia mendorong Pemkab Aceh Tamiang memanfaatkan sumber anggaran lain untuk mendongkrak pendapatan para pelaku budidaya.

Salah satu yang direkomendasikannya berupa Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan.

"Ini sangat membantu karena buliran pinjamannya sangat rendah hanya tiga persen," ujarnya.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil pun sangat mengapresiasi bantuan KKP dalam membantu pengembangan klaster ini.

Dia pun mengingatkan agar masyarakat penerima manfaat menjaga kepercayaan ini dengan tanggung jawab pengelolaan.

"Harus dijaga dengan baik, jangan sembarangan orang dikasih masuk, ininl bukan tempat wisata," kata Mursil.

Sejak awal jata dia, poyek pengembangan budidaya udang vaname ini mendapat perhatian serius dari Pemkab Aceh Tamiang.

Keberadaan klater ini diyakini akan mengembalikan kejayaan udang Aceh Tamiang yang pernah melambung di era 1980-an.

"Kita pernah dikenal sebagai daerah penghasil udang kualitas tinggi, mudah-mudahan ini bisa kita kembalikan," ucapnya.

Revitalisasi 1.000 Ha Tambak

Kadis Pangan Kelautan dan Perikanan (PKP) Aceh Tamiang, Safuan mengungkapkan, sudah membuat perencanaan revitalisasi (suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya) tambak lanjutan seluas 1.000 hektare pada tahun 2022.

Baca juga: Janjikan Keuntungan hingga Rp 100 Juta Per Bulan, Budidaya Udang Vaname di Abdya Terus Tumbuh

Usulan ini, dijelaskannya, untuk mendukung dua program unggulan, yaitu Kampung Budidaya di Tangjungkeramat dan Kampung Nelayan Maju yang akan disebar di dua kampung, Kualapeunaga dan Sungaikuruk III.

"Secara bertahap tambak-tambak yang tidak produktif akan kita benahi," kata Safuan.

Dia menyebutkan, hamparan tambak di Aceh Tamiang saat ini seluas 20 ribu hektare.

Bila seluruh lahan ini produktif, maka kejayaan Aceh Tamiang di era 1980-an akan bisa kembali.(mad)

Baca juga: KKP Siap Jadikan Aceh Timur Sebagai Daerah Produsen Udang Vaname

Baca juga: Aceh Tamiang Bangun Klaster Udang Vaname Kategori Terbesar di Indonesia, Berkapasitas 2 Juta Ekor

Baca juga: Belajar dari Prajurit TNI, Raup Jutaan Rupiah dari Budi Daya Udang Vaname

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved