Breaking News:

Kilas Balik Tsunami Aceh 2004

Kilas Balik Tsunami Aceh 26 Desember 2004, Duka dan Pilu Masyarakat di Hari Raya, Begini Gambarannya

Permintaan hewan qurban menjelang Idul Adha 1425 H menurun drastis dibanding tahun sebelumnya. Di wilayah Kota Lhokseumawe misalnya, pada saat itu

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
DOKUMEN HARIAN SERAMBI INDONESIA
Susilo Bambang Yudhoyono yang saat bencana tsunami melanda Aceh menjabat sebagai presiden RI ikut melaksanakan shalat Idul Adha 1425 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Serambi/Teguh Patria) 

SERAMBINEWS.COM - 26 Desember 2004, ialah tanggal yang tak mungkin dilupa begitu saja oleh masyarakat Aceh.

Pada tanggal itu, sebuah bencana alam besar telah menyapu rata sebagian wilayah Aceh.

Tak hanya bagi Indonesia dan masyarakat Aceh khususnya, bencana itu juga turut mengundang duka bagi seluruh dunia.

Di pengujung tahun 2004, tepatnya pada Minggu 26 Desember 2004 sekitar pukul 08.30 WIB, sepanjang 800 km wilayah pesisir barat Aceh diluluh lantak oleh gelombang tsunami, setelah beberapa saat sebelumnya diguncang gempa dahsyat berkekuatan 9 SR.

Pada hari ini, Minggu (26/12/2021), merupakan peringatan 17 tahun tsunami Aceh.

Meski 17 tahun sudah berlalu, peristiwa yang begitu memilukan dan menyayat hati ini tentu masih menyimpan luka mendalam tersendiri bagi masyarakat di bumi Serambi Mekah.

Tsunami Aceh 2004 merupakan bencana alam terbesar di Indonesia, sejak meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883.

Baca juga: Ini Kisah di Balik Lagu Rafly Kande Berjudul Aneuk Yatim & Ya Robbana, Viral Saat Tsunami Aceh 2004

Lebih dari 132.000 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 37.000 jiwa dinyatakan hilang, dan 572.000 jiwa kehilangan tempat tinggal, serta ratusan linier meter arsip hilang atau rusak.

Dalam waktu tujuh menit, kota-kota di sepanjang pesisir Aceh, termasuk Banda Aceh sebagai ibukota provinsi, menjadi lautan yang dihiasi mayat dan puing-puing bangunan.

Namun butuh waktu lama untuk bisa memulihkan kembali kondisi daratan yang sudah disapu rata oleh gelombang tsunami.

Begitu besar dampaknya, hingga lebaran Idul Adha yang kala itu berlangsung pada 21 Januari 2005 pun berlangsung dengan rundungan duka dan linangan air mata kesedihan.

Ya, peristiwa tsunami Aceh 2004 silam terjadi beberapa minggu menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1425 Hijriah.

Dokumen Harian Serambi Indonesia di berbagai edisi pada bulan Januari 2005 telah menyimpan beberapa catatan bagaimana suasana lebaran yang berlangsung pasca tsunami di Aceh.

Salah satunya ialah kehadiran Presiden Republik Indonesia (RI) keenam, Susilo Bambang Yudhoyono ikut merayakan Hari Raya Idul Adha di Aceh, dengan melaksanakan shalat Ied di Masjid Raya Baiturrahman.

Baca juga: Kisah Teungku Sofyan Korban Tsunami 2004, Terkubur 7  Hari, Tergulung Ombak dan Tertimpa Reruntuhan

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved