Selasa, 28 April 2026

Internasional

Israel Bangun Lagi Pemukiman Yahudi di Dataran Tinggi Golan, Desa Arab Terancam

Israel akan menambah jumlah pemukiman Yahudi di Dataran Tinggi Golan, bekas wilayah Suriah. Perdana Menteri Israel Naftali Bennett pada Minggu

Editor: M Nur Pakar
AFP/Menahem KAHANA
Pemandangan udara ini menunjukkan Kota Katsrin, sebuah pemukiman Yahudi yang diatur sebagai dewan lokal di Dataran Tinggi Golan yang dicaplok Israel, pada 26 Desember 2021. 

SERAMBINEWS.COM, MEVO HAMA - Israel akan menambah jumlah pemukiman Yahudi di Dataran Tinggi Golan, bekas wilayah Suriah.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett pada Minggu (26/12/2021) menyatakan akan mengucurkan jutaan dolar AS untuk membangun pemukiman Yahudi di Golan.

Israel ingin memperkuat cengkeraman di wilayah yang direbutnya. dari Suriah lebih dari lima dekade lalu.

Dilansir AP, Bennett mengatakan investasi baru di kawasan itu didorong oleh pengakuan pemerintahan Donald Trump atas kedaulatan Israel atas sepetak tanah itu.

Kemudian, pemerintahan Joe Biden tidak akan segera menentang keputusan itu.

“Ini momen kita dan ini adalah momen Dataran Tinggi Golan,” kata Bennett pada pertemuan khusus Kabinet di Dataran Tinggi Golan.

“Setelah bertahun-tahun yang panjang dan statis dalam hal cakupan pemukiman, tujuan hari ini menggandakan pemukiman di Dataran Tinggi Golan,” tambahnya.

Baca juga: Pemukim Yahudi Serang Desa Palestina, Rumah dan Mobil Dirusak, Balas Pembunuhan Pria Israel

Kantor Bennett mengatakan pemerintah akan menginvestasikan sekitar 1 miliar shekel atau lebih dari $300 juta untuk mengembangkan Golan.

Termasuk pendirian dua pemukiman baru serta investasi di bidang pariwisata, industri, energi bersih dan teknologi untuk menciptakan lapangan kerja.

Memegang kendali Israel atas wilayah itu akan memperumit setiap upaya di masa depan untuk menjalin perdamaian dengan Suriah, yangjmasih mengklaim Dataran Tinggi Golan.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dalam perang Timur Tengah 1967.

Kemudian mencaplok wilayah itu, mempromosikan pemukiman Yahudi dan pertanian di sana.

Serta menciptakan industri pariwisata lokal yang berkembang pesat.

AS adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Israel atas Golan, yang oleh masyarakat internasional dianggap sebagai pendudukan Israel.

Bennett mengatakan perang selama satu dekade di Suriah membuat gagasan kontrol Israel atas wilayah itu lebih dapat diterima oleh sekutu internasionalnya.

Baca juga: AS Dukung Solusi Dua Negara Palestina-Israel, Perluasan Pemukiman Yahudi Jadi Penghalang

Dia menambahkan alternatifnya akan jauh lebih buruk.

Israel telah lama berargumen atas wilayah yang penting dan strategis itu untuk semua tujuan praktis.

Irael mengklaim telah sepenuhnya terintegrasi ke dalam wilayahnya sejak direbut dari Suriah.

Bahkan, kontrol dataran tinggi diperlukan sebagai perlindungan dari Iran dan sekutunya di Suriah.

Sekitar 50.000 orang tinggal di Dataran Tinggi Golan, setengahnya orang Yahudi.

Setengahnya lagi di desa-desa Arab, Druze yang dulunya bagian dari Suriah.

Beberapa penduduk Druze menentang kontrol Israel.

Rencana pembangunan pemukiman Yahudi bertujuan menggandakan populasi Yahudi di tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Pemukim Yahudi Teror Warga Palestina di Jerusalem, Rusak Ban Mobil

Tak lama setelah membuat sambutannya, kantor Bennett mengatakan dia diberitahu putrinya dites positif Virus corona.

Hal itu mendorong pemimpin Israel untuk meninggalkan rapat Kabinet dan melakukan isolasi diri di rumah.

Kantor Bennett mengatakan dia telah dites negatif dalam tes cepat sebelum pertemuan dan putri Bennett berusia 14 tahun telah divaksinasi.

Menteri Pendidikan Israel, Yifat Shasha-Biton, melewatkan pertemuan Minggu (26/12/2021) setelah putrinya dinyatakan positif Covid-19.

Kantornya mengatakan telah melakukan isolasi diri sambil menunggu hasil tes virus Corona.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved