Hamas akan Perkuat Militer Untuk Hadapi Kebrutalan Israel
Kelompok Hamas berjanji membangun kemampuan pertahanan dan kekuatan militernya untuk menghadapi Israel
Angka pelanggaran itu dicatat sejak awal tahun ini hingga Oktober lalu.
Tak hanya menyerang, para pemukim Yahudi ekstremis juga merusak atau melakukan aksi vandalisme terhadap properti milik warga Palestina.
Baca juga: Hamas Peringatkan Israel Perang Susulan Bakal Terjadi, Kecuali Akhiri Pendudukan atas Palestina
Baca juga: Dua Tentara Israel Terluka Parah dan Lima Pejuang Hamas Tewas Dalam Bentrokan di Tepi Barat
Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan.

Oleh karena itu, semua aktivitas Israel di sana, termasuk pembangunan permukiman, dianggap ilegal.
Bangun Tembok Besi Penghalang
Israel mengumumkan selesainya pembangunan tembok besi penghalang baru yang membentang hingga bawah tanah, dan dilengkapi dengan ratusan kamera, radar dan sensor lainnya di sisi Gaza.
Proyek ini merupakan tanggapan balasan, yang dikembangkan setelah Hamas menggunakan terowongan untuk mengusir pasukannya selama invasi 2014 ke wilayah Palestina yang terkepung.
Pada 2016, Israel mengumumkan proyek tersebut mencakup pagar di atas tanah, penghalang angkatan laut, sistem radar dan ruang komando dan kontrol.
“Penghalang itu, yang merupakan proyek inovatif dan berteknologi maju, menghalangi Hamas dari salah satu kemampuan yang coba dikembangkannya,” kata Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz, menurut sebuah pernyataan kementerian melansir Al Jazeera pada Selasa (7/12/2021).
"(Itu) menempatkan 'dinding besi', sensor dan beton di antara organisasi teror (Hamas) dan penduduk selatan Israel," katanya tentang proyek yang dibuat untuk memperkuat pagar sebelumnya.
Kementerian Pertahanan Israel mengatakan “dinding besi” penghalang itu membentang 65 km (40 mil) dan 140.000 ton besi dan baja digunakan dalam konstruksinya.
Perlu waktu tiga setengah tahun untuk menyelesaikan proyek ini.(republika. co. id/kompas. com)
Baca juga: Qatar Lanjutkan Membayar Gaji Pegawai Hamas dan Mengirim Bahan Bakar ke Jalur Gaza
Baca juga: Inggris Akan Jadikan Penguasa Jalur Gaza, Hamas Sebagai Organisasi Teroris