Boat Rohingya di Laut Bireuen
Dorong Selamatkan Rohingya, Akademisi UIN Ar-Raniry : Islam Mengajarkan Kita untuk Membantu Orang
Menolong pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di laut merupakan kewajiban Islam dan tanggungjawab kemanusiaan bagi masyarakat Aceh.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Lalu Bagaimana kita akan menjawab di hadapan Rasulullah kelak jika kita menolak mereka untuk keluar dari perahunya di laut untuk mendarat sementara waktu di Aceh?
“Ketahuilah bahwa rizki manusia itu sudah diatur oleh Allah SWT. Tidak akan berkurang rizki kita dengan sebab Rohingya,”
“Kalau menolak Rohingya mendarat dari laut karena alasan keburukan atau kesalahan Rohingya yang sebelumnya pernah jadi pengungsi di Aceh, tapi bukankah Rasulullah telah mengajarkan kita bagaimana memahami kesalahan saudara-saudara muslim kita yang lain,” tuturnya.
Baca juga: Kapal Rohingya Masih di Laut Bebas, Belum Masuk Perairan Indonesia
Zulhairi mengatakan, Rasulullah SAW pernah dicaci maki oleh pengemis Yahudi yang buta.
Tapi Rasulullah justru membalas dengan menyuapi si Yahudi tersebut. Itu sikap Rasulullah kepada Yahudi.
Lalu, sambungnya, bukankah dengan sesama muslim kita harus lebih toleran lagi dalam memahami kekurangan mereka?
Apalagi muslim Rohingya yang memang tertinggal dari segi pendidikan karena mereka dijajah bertahun-tahun dan diusir dari negerinya.
Zulkhairi juga mengutip sabda Rasulullah yang telah mengingatkan kita, bahwa siapa saja yang memudahkan urusan seorang muslim di dunia, maka Allah akan mudahkan urusan dia di dunia dan di akhirat sekaligus.
“Jadi jangan takut membantu Rohingya. Karena nanti Allah langsung yang akan membantu urusan-urusan kita di dunia dan di akhirat, “ pungkas Zulkhairi. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-teuku-zulkhairi-ma-_-komisioner-pada-kpi-aceh.jpg)