Salam
Jangan Biarkan Banjir Menjadi Langganan
Hujan lebat yang melanda sebagian wilayah Aceh pada akhir pekan lalu hingga pekan ini menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga menimbulkan banjir
Hujan lebat yang melanda sebagian wilayah Aceh pada akhir pekan lalu hingga pekan ini menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga menimbulkan banjir di beberapa kabupaten dan kota.
Dua kabupaten paling parah dilanda bencana banjir adalah Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara.
Di dua kabupaten tersebut belasan ribu orang terpaksa mengungsi, selain karena air sangat tinggi, sebagian rumah mereka juga rusak diterjang banjir dengan ketinggian air ada yang melebihi satu meter.
Bencana banjir juga sempat menggganggu arus lalu-lintas di jalan trans Sumatera lintas Aceh-Sumatera Utara (Sumut).
Di beberapa lokasi, air yang mengalir deras mencapai ketinggian 50 sentimeter di jalan raya tersebut, sehingga kendaraan seperti sepeda motor dan mobil jenis sedan tidak bisa melintas.
Sebagaimana disiarkan harian ini kemarin, di Aceh Utara banjir terus meluas ke 13 kecamatan dan ketinggian bertambah hingga Minggu (2/1/2021) malam.
Karenanya, sebagian warga harus mengungsi ke meunasah, balai pengajian, dan masjid.
Pengungsian warga antara lain terjadi di Kecamatan Langkahan, Cot Girek, Lhoksukon, Matangkuli, dan Pirak Timu.
Di Kecamatan Lhoksukon ada 12.337 warga yang harus meninggalkan rumah mereka menuju ke pengungsian.
Sedangkan di Kabupaten Aceh Timur, lebih dua ribu warga sempat mengungsi akibat banjir.
Wilayah Aceh Timur yang sempat dilanda banjir dan menimbulkan kepanikan masyarakat antara lain menimpa Kecamatan Birem Bayeun, Indra Makmur, Sungai Raya, Idi Tunong, Rantau Selamat, Ranto Peureulak, Julok, dan Kecamatan Nurussalam.
Otoritas setempat melaporkan ada sekitar 20.000 jiwa wraga Aceh Timur yang terdampak banjir luapan sejumlah sungai itu.
Ada beberapa penyebab sehingga banjir menjadi bencana paling dominan di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur, yakni kerusakan hutan, kerusakan sungai, tata kawasan yang keliru, dan infrastruktur yang buruk.
Bahkan, karenanya, banjir akibat luapan sungai-sungai menjadi bencana rutin yang melanda hampir semua daerah di Provinsi Aceh.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mencatat, pada tahun 2020 saja setidaknya terjadi 36 kali banjir yang diikuti kerugian materi masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f20220103rh.jpg)