Breaking News:

Bank Syariah Indonesia

Qanun LKS Diberlakukan, BSI Bertekad Jadi Pelaku Utama Pengembangan Ekonomi Syariah di Aceh

BSI bertekad menjadi pelaku utama pengembangan ekonomi syariah di Provinsi Aceh

Editor: IKL
ist
Salah satu customer service PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) saat menyampaikan penjelasan terkait produk BSI kepada nasabah. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI bertekad menjadi pelaku utama pengembangan ekonomi syariah di Provinsi Aceh, seiring dengan efektifnya penerapan Qanun Aceh No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) pada hari ini, Selasa, (4/01/2022).

Seperti diketahui, regulasi berbasis hukum Islam tersebut berlaku sejak 4 Januari 2019 dengan penyesuaian waktu maksimal 3 tahun. Dengan diterapkannya Qanun LKS secara efektif, seluruh lembaga keuangan di Aceh wajib menerapkan prinsip syariah.

Baca juga: VIDEO - BSI Latih UMKM Cara Pasarkan Produk

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan pihaknya ingin berpartisipasi secara langsung dan menjadi tokoh sentral dalam pengembangan ekonomi syariah di Bumi Serambi Mekah. Pasalnya bagi BSI, Provinsi Aceh sangat istimewa dan strategis.

“Karena merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki peraturan daerah dan otonominya dengan menerapkan hukum syariah. Kami merasa terhormat dan ingin jadi yang terdepan untuk mengembangkan daerah yang mengedepankan nilai syariah," kata Hery menegaskan.

Baca juga: BSI Salurkan Rp 6,9 T di Aceh Untuk Pembiayaan UMKM

Keseriusan BSI di Provinsi Aceh tak tanggung-tanggung. Di provinsi ini BSI memiliki jumlah cabang dan jaringan paling banyak dibandingkan dengan provinsi lainnya. Saat ini kekuatan BSI di Region I Aceh didukung oleh satu kantor regional, tiga kantor area di Banda Aceh, Lhoksuemawe dan Meulaboh. Selain itu, ada 211 outlet baik kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor fungsional, kantor kas, dan payment point.

Nasabah BSI di Aceh pun sangat besar, mencapai 2 juta nasabah. Dengan jumlah nasabah tersebut, kata Hery, jumlah aset perseroan di Provinsi Aceh mencapai Rp16 triliun. Penyaluran pembiayaan yang dilakukan BSI nilainya pun cukup besar yakni mencapai Rp14,59 triliun. Raihan tersebut diiringi pula oleh penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang kinerjanya sangat baik yaitu mencapai Rp13,61 triliun.

“Tentu, nilai yang besar ini, ingin BSI salurkan menjadi energi bagi Serambi Mekah untuk membangun, untuk menciptakan ekonomi yang mandiri, dan memberikan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Aceh," ujarnya.

BSI pun sangat memperhatikan pengembangan UMKM di provinsi yang terletak paling barat Indonesia tersebut dengan menghadirkan BSI UMKM Center baru-baru ini. Khusus Provinsi Aceh, penyaluran pembiayaan BSI ke sektor UMKM sudah mencapai Rp6,9 triliun. Jumlah itu sekitar 46% dari total portofolio pembiayaan yang disalurkan BSI di Aceh.

Oleh karena itu ke depan kami berharap dapat terus bersinergi dengan seluruh jajaran pemerintah di Provinsi Aceh, alim ulama, dan masyarakat Aceh, untuk mendukung tekad masyarakat Aceh dengan ekonomi syariahnya, tutur Hery menekankan.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, lanjut Hery, BSI juga terus meningkatkan pelayanan perbankan syariah yang modern, inklusif, dan dilengkapi layanan digital bagi seluruh lapisan masyarakat. Hery menjamin BSI akan selalu hadir bersama-sama pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Aceh, bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun ekonomi Aceh yang lebih baik.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved