Sabtu, 13 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Tsunami LKS terhadap Koperasi di Aceh

Dengan adanya Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) bukan hanya sektor perbankan yang harus berprinsip

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr DAMANHUR Lc, Dosen FEB Universitas Malikussaleh dan Ketua MES Lhokseumawe, melaporkan dari Lhokseumawe 

Selain kebutuhan DPS, produk yang ditawarkan oleh koperasi memang harus dapat membantu kebutuhan masyarakat, karena sesaleh apa pun DPS pada sebuah koperasi, kalau produk koperasi tersebut tak dapat membantu kebutuhan masyarakat, maka tak akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat.

Salah satu praktik yang sudah mandarah daging dalam tatanan kehidupan masyarakat adalah sistem mawah (bagi hasil) baik untuk sektor peternakan, pertanian, ataupun perikanan.

Kalau koperasi dapat mendesain mawah dalam bentuk kelembagaan maka ini akan menjadi sebuah ‘al-‘adah almuhakkamah’ yang dapat diterapkan pada setiap koperasi yang beroperasi di Aceh.

Oleh sebab itu, keterlibatan masyarakat dalam aktivitas koperasi merupakan salah satu indikator kesuksesan koperasi.

Semakin banyak anggota yang terlibat dalam aktivitas koperasi maka semakin besar pula pergerakan roda perekonomian.

Keberadaan anggota dalam koperasi bukan hanya sebagai penggembira, tapi unsur penting dalam menggerakkan perekonomian anggota.

Kalau kita lihat kisah sukses koperasi syariah yang berada di Aceh akan kita temukan berbagai macam lika-liku perjuangan mereka.

Sebagai salah satu contoh Koperasi Syariah Muhammadiyah Lhokseumawe, setiap anggota punya berbagai macam produk yang dipasarkan untuk anggota, mulai dari makanan sehari-hari hingga produk kemasan tahan lama.

Setiap anggota dapat men-share produk yang dihasilkan oleh anggota, sehingga koperasi menjadi alternatif sebagai ‘market place’ bagi anggota.

Adapun kisah sukses koperasi perusahaan dapat dicontoh Koperasi Syariah PT PIM di mana perusahaan mempunyai komitmen untuk mengembangkan koperasi dengan memberikan kepercayaan kepada koperasi untuk melaksanakaan kegiatan sehari-hari perusahaan.

Mulai dari pengadaan sampai dengan rehab kantor, semua dilakukan oleh koperasi sehingga capaian SHU setiap tahunnya melebihi Rp 1 miliar.

Nah, ada beberapa kendala yang dialami pelaku UMKM dalam menjalankan aktivitas perekonomian.

Di antaranya, pemasaran produk merupakan salah satu kendala yang dialami dan menjadi tantangan bagi anggota koperasi dalama memasarkan produk, terlebih dengan hadirnya digital platform maka semua pelaku usaha kecil harus berbenah diri untuk menghadapi era digital.

Baru-baru saya adakan pelatihan digital dengan UMKM, salah satu yang menarik adalah pada saat ‘buyer’ nasional melirik produk lokal, kita ternyata belum siap untuk ‘go national’.

Permasalahan pendanaan, untuk memproduksi dalam skala besar para pengusaha memerlukan mesin, bahan baku, dan tenaga kerja.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved