Berita Abdya

Mulai Faktor Ekonomi hingga Suami Kawin Lagi, Picu Perceraian di Abdya

Menurutnya secara umum penyebab utama terjadinya perkara cerai gugat itu, karena faktor ekonomi yang tidak mencukupi,ada juga suami meninggalkan istri

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Nurul Hayati
Google/net
Ilustrasi 

Selain itu, sebutnya, perkembangan media sosial juga menjadi salah satu pemicu perselingkuhan yang berujung pada perceraian.

Dalam hal ini, suami dan istri memiliki peluang yang sama berselingkuh. 

“Apalagi jika masing-masing pihak tidak memegang aturan agama dengan kuat,” cetusnya.

Akhir-akhir ini, ungkapnya, kecenderungan perselingkuhan juga lebih besar bila komunikasi antar pasutri tidak berjalan baik.

Namun di atas semua kondisi itu, tetap saja pria memiliki kecenderungan lebih besar melakukan perselingkuhan dari wanita. 

Baca juga: Jonathan Frizzy Tak Menyangka Rumah Tangganya Berujung Perceraian

“Secara agama laki-laki punya peluang untuk poligami, namun tetap ada aturannya, sedangkan wanita, bukan saja Islam, agama yang lain juga tidak membolehkan wanita memiliki lebih dari satu suami atau poliandri,” paparnya. 

Perkara perceraian dari gugatan sang istri ini, lanjutnya, juga sering karena semakin besarnya pendapatan wanita di dunia pekerjaan.

Ketika wanita merasa tidak dihormati lagi, mereka menggugat cerai suaminya.

Penyebab perceraian lain adalah akibat sang suami yang tidak bertanggung jawab, terutama tidak memiliki pekerjaan.

“Maka dari itu, diperlukan upaya khusus dan pemahaman tentang hukum agama dengan baik. Baca Alquran dan pahami maknanya. Agar jika terjadi masalah dalam rumah tangga tidak langsung diperkarakan, namun dibicarakan secara baik-baik sesuai dengan tuntunan agama,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Di Tengah Isu Perceraian, Shandy Aulia Bikin Postingan Tidak Semua Cinta Harus Selalu Bersama

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved