Opini
Upaya Vaksin Pemerintah Aceh
Pemerintah terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti mencuci tangan
Oleh Almuniza Kamal, SSTP, M.Si, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA)
Pandemi Covid-19 melanda Indonesia hampir dua tahun.
Penanganan dampaknya sudah dilakukan dengan berbagai cara guna mengurangi penambahan kasus baru.
Pemerintah terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.
Namun, untuk melawan wabah virus yang mendunia ini, tidak cukup dengan hal itu.
Sehingga perlu dilakukan vaksinasi yang bisa mengurangi efek dari dampak tertularnya Covid-19.
Dalam hal ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan semua negara yang terkena dampak pandemi Covid-19 untuk melaksanakan vaksinasi.
Pemerintah Indonesia juga menggencarkan program vaksinasi Covid-19 yang mulai pada 13 Januari 2021.
Pada saat itu, suntikan pertama vaksin buatan Sinovac dilakukan Presiden RI, Joko Widodo.
Begitu juga Pemerintah Aceh yang melakukan vaksinasi pertama pada 15 Januari 2021.
Untuk dosis pertama saat itu diterima Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, bersama Pangdam Iskandar Muda, Wakapolda Aceh, Sekda Aceh, Anggota DPRA, Wakil Ketua MPU, dan beberapa Kepala SKPA.
Penyuntikan vaksin kepada Gubernur dan pejabat lainnya kala itu, menandai dimulainya vaksinasi bagi 3,7 juta masyarakat Aceh.
Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak masyarakat Aceh menyukseskan dan mengikuti vaksinasi.
Masyarakat tidak perlu ragu dengan vaksin yang digunakan karena sudah melewati uji klinis oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) dan sudah mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Baca juga: Puluhan Pengungsi Rohingya Divaksin Covid-19
Baca juga: Masih di Bawah Umur, Sejumlah Pengungsi Rohingya Batal Divaksin Covid-19, 95 Orang Sukses Disuntik
Hal itu harus diikuti masyarakat karena vaksinasi merupakan salah satu efektif mengurangi penyebaran Covid-19.
Sementara bagi aparatur Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota, TNI, Polri, serta kejaksaan, Presiden sudah memberikan perintah langsung agar wajib mengikuti vaksinasi.
Target dan capaian vaksinasi
Aceh menargetkan ada 3,7 juta masyarakat yang bakal divaksinasi.
Untuk mencapai target itu, berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Aceh, mulai dari sosialisasi hingga seruan bersama vaksinasi untuk melawan pandemi.
Ajakan itu juga disampaikan melalui zikir dan doa yang digelar rutin setiap pagi Senin-Jumat, sejak 15 Juli 2021.
Sosialisasi tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Aceh di bawah komando Sekda Aceh, Taqwallah, dengan mendatangi semua kabupaten/kota di Aceh menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tenaga kesehatan, masyarakat umum, siswa, hingga kalangan dayah.
Untuk memotivasi sekolah-sekolah meningkatkan vaksinasi siswanya, Pemerintah Aceh juga menyerahkan penghargaan (reward) berupa piagam kepada beberapa kepala sekolah dan wali kelas yang sudah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 sebesar 95 persen siswanya.
Berkat arahan dan monitor perkembangan vaksinasi ke semua daerah yang dilakukan Sekda Aceh, capaian vaksinasi di Aceh menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Selain itu, Pemerintah Aceh juga menggelar vaksinasi massal secara terpusat di Gedung Banda Aceh Convention Hall (BACH).
Hingga 31 Desember 2021, di tempat itu sebanyak 91.985 orang sudah divaksin.
Adapun capaian vaksinasi hingga 13 Desember 2021 lalu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, saat datang ke Aceh beberapa waktu lalu.
Dari sekitar 4 juta penduduk Aceh yang menjadi sasaran vaksinasi, sebanyak 1,7 juta jiwa sudah disuntik dosis pertama (43,9 persen) dari target 80 persen.
Mereka yang sudah divaksin terdiri atas 65 ribu tenaga kesehatan, 88 ribu warga lansia, 296 ribu petugas publik, 1 juta masyarakat rentan dan umum, serta 247 ribu anak usia remaja.
Setiap bulan, capaian vaksinasi di Aceh terus meningkat.
Baca juga: Hampir Seluruh Siswa dan Guru SMAN 1 Peusangan Sudah Vaksin
Hingga 31 Desember 2021, capaian vaksinasi dosis satu di Aceh sekitar 66 persen.
Hal itu terjadi karena 11 kabupaten/kota tidak mencapai target.
Vaksinasi tertinggi dicapai Banda Aceh yaitu lebih dari 100 persen.
Sedangkan vaksinasi terendam adalah Aceh Utara yakni 46,3 persen.
Total sasaran vaksinasi se-Aceh sebanyak 4.028.891 orang.
Dari jumlah itu, yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 2.658.828 orang (sekitar 66 persen) dan dosis kedua sebanyak 1.188.862 orang (sekitar 29,5 persen).
Sebanyak 12 kabupaten/kota yang mencapai target dosis pertama 70 persen atau lebih per 31 Desember 2021 adalah Banda Aceh (101,7%), Pidie Jaya (80,5%), Lhokseumawe (80,2%), Bener Meriah (79 %), Langsa (75,5%), Aceh Barat Daya (74,9%), Sabang (74,3%), Gayo Lues (73,6%), Simeulue (71,4%), Aceh Tengah (71,3%), Aceh Jaya (70,8%), dan Aceh Timur (70,1%).
Sementara 11 kabupaten/kota yang belum mencapai target vaksinasi dosis pertama meliputi Subulussalam (69,3%), Aceh Tenggara (68,7%), Aceh Tamiang (67,4%), Nagan Raya (66,2%), Aceh Besar dan Aceh Singkil (masing-masing 65,7%), Bireuen (57,2%), Pidie (56,7%), Aceh Selatan (54,1%), Aceh Barat (53,3%), dan Aceh Utara (46,3%).
Adapun capaian vaksinasi menurut kelompok sasaran, tertinggi di kalangan tenaga kesehatan (nakes).
Nakes yang vaksinasi dosis I sebanyak 65.733 orang (116,4 persen) dari target 56.470 orang.
Vaksinasi dosis II sudah ditunaikan oleh 60.535 nakes (107,2 persen) dari target.
Sedangkan vaksinasi dosis III sudah diterima oleh 36.809 nakes di Aceh (65,2 persen).
Proporsi tertinggi kedua dicapai kelompok masyarakat rentan atau masyarakat umum.
Target sasaran kalangan rentan ini mencapai 2.577.792 orang.
Dosis I sudah diterima oleh 1.771.064 orang (68,7%) dan dosis II tuntas bagi 678.906 orang (26,3%).
Kemudian, kelompok remaja (usia 12-17 tahun).
Cakupan vaksinasi dosis I di kelompok ini sudah mencapai 344.192 orang (59,7%) dari target 577.015 orang.
Vaksinasi dosis II sudah tuntas dijalani oleh 162.835 remaja (sekitar 28,2%).
Meski vaksinasi untuk kelompok remaja baru dimulai 1 Juli 2021, namun capaiannya tergolong tinggi.
Sedangkan capaian vaksniasi di kalangan petugas publik untuk dosis pertama sebanyak 281.458 orang (58,8%) dan dosis kedua sebanyak 231.879 orang (sekitar 48,5%) dari total target 478.489 orang.
Begitu juga kelompok usia lanjut (Lansia).
Sasaran vaksinasi Covid-19 di kalangan ini sebanyak 339.125 orang.
Vaksinasi dosis I sudah diberikan kepada 196.381 orang (57,9%) dan dosis kedua sebanyak 54.707 orang (16,1%).
Peran semua pihak Kita berharap, selain keseriusan Pemerintah Aceh dalam memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin, masyarakat juga sadar dengan kondisi yang kini sedang terjadi di seluruh dunia.
Begitu pula dengan lembaga kemasyarakatan, ulama, para tokoh, dan media massa harus ikut berperan dalam sosialisasi agar pencapaian vaksin Aceh bisa mencapai 100 persen.
Saat ini, ulama juga terus memberikan pemahaman tentang pentingnya vaksinasi ke pesantren dan sekolah di Aceh.
Hal ini dilakukan Pemerintah Aceh semata-mata untuk memutuskan rantai Covid-19 yang belum sepenuhnya mereda.
Apalagi kasus varian baru Covid-19, Omicron mulai merebak.
Kalau bukan kita yang menjaga semua, siapa lagi yang bisa diharapkan? Wallahualam bissawab!
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Booster Dimulai Besok, Jokowi Perintahkan Dosis Ketiga Gratis, Ini Syaratnya
Baca juga: Dua Puskesmas Diusul Jadi Rumah Sakit Tipe D, Percepat Vaksinasi di Bireuen harus Gencar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-bppa-almuniza-kamal-s-stp-msi-headshoot.jpg)