KUPI BEUNGOH
Saya, Jenderal Ryamizard dan Kisah Pj Wali Kota Banda Aceh Syarifuddin Latief
Sebagai seorang anak tentara yang dididik di keluarga Islam yang taat, Jenderal Ryamizard terbentuk sebagai sosok disiplin yang sangat religius
Oleh: H Sayed Muhammad Muliady SH MH*)
Indonesia baru saja kehilangan salah satu putra terbaik bangsa. Yaitu, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.
Semasa hidupnya, ia pernah menjabat Menteri Pertahanan Republik Indonesia (2014–2019) dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) tahun 2002–2005.
Almarhum meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB dalam usia 76 tahun.
Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan pada 12 April 1950 ini dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6/2026), tepat pada hari lahirnya Pancasila.
Saya (H. Sayed Muhammad Muliady SH MH) sangat bersyukur pernah mengenal dekat Bang Myzard, panggilan akrab kami untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu, yang saat itu menjabat Kasad.
Kala itu, saya masih berusia 28 tahun, masih sangat muda dan baru saja dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Generasi Muda FKPPI (GM Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri).
Ada satu hal yang saya sering malu hati dengan kebiasaan Bang Myzard. Sepanjang yang saya ketahui, beliau tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu.
Beberapa kali saya lihat sendiri, ketika azan berkumandang dan dalam kondisi ada tamu sekalipun, beliau beranjak menuju ruang shalat khusus, baik saat di rumah maupun di kantor.
Sebagai seorang anak tentara yang dididik di keluarga Islam yang taat, Jenderal Ryamizard terbentuk sebagai sosok disiplin yang sangat religius.
Ayahnya adalah Mayor Jenderal Musanif Ryacudu, mantan Pangdam Sriwijaya.
Pernah satu dua kali beliau persilakan saya menjadi imam shalat --mungkin karena saya berasal dari Aceh, tapi lebih sering beliau yang mengimami kami, apalagi kalau ada anak-anaknya yang waktu itu masih kecil-kecil.
Salah satunya, Dwinanda Patria Noryanzha yang kini mengikuti karier ayahnya sebagai perwira TNI Angkatan Darat.
Waktu itu, saya punya sahabat karib, namanya Surya Hartono, salah satu anggota Dewan Pakar FKPPI. Surya ini adalah kesayangan Jenderal Ryamizard dalam berdiskusi untuk hal-hal yang berhubungan dengan kondisi kemasyarakatan, pemerintahan dan kenegaraan.
Baca juga: Pelajaran Tangkulo dari Kebun Pak Yusuf
Surya paling bisa menyenangkan dan membuat Bang Myzard tertawa, sesuatu yang jarang orang lain bisa melakukannya. Hampir semua kawan-kawan di FKPPI saat itu tahu bagaimana kedekatan Bang Myzard dan Surya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/H-Sayed-Muhammad-Muliady-saat-menjabat-tangan-dengan-almarhum-Jenderal-Ryamizard-Ryacudu.jpg)