Kupi Beungoh

Modernitas dan Tantangan Umat Islam

Era modern telah mengubah pola hidup kita bahkan cara kita berpikir dan memaknai segala sesuatu.

Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/Handover
Jabal Ali Husin Sab, Ketua Umum DKC Garda Bangsa Kota Banda Aceh 

Oleh: Jabal Ali Husin Sab*

Era modern telah mengubah pola hidup kita bahkan cara kita berpikir dan memaknai segala sesuatu.

Sebagai masyarakat Muslim, kita telah menghadapi suatu tantangan besar di era modern yang mengubah cara hidup kita, menggugat pemaknaan hidup kita terhadap realitas.

Di era modern, ajaran agama dan praktiknya digugat. Namun pada kenyataannya kita sebagai Muslim telah mampu menghadapinya dengan susah-payah.

Meski sisa-sisa racun modernitas masih terus menghantui kehidupan kita, khususnya generasi muda yang masih bergelut dalam pencarian identitas; seorang muslim yang hidup di era modern.

Sebagian pemikir Barat beranggapan era modern yang positivistik telah berakhir. Kita telah masuk di era pos-modern yang mana nilai-nilai dan semangat barunya tak kalah berbahaya.

Pos-modernisme menawarkan corak pemikiran yang relativistik tanpa mengenal kebenaran mutlak.

Pos-modernisme juga menggaungkan logika subjektivistik; bahwa tak ada yang benar secara objektif. Kebenaran berada pada pandangan subjektif masing-masing.

Baca juga: Kekerasan Seksual dan Rusaknya Budaya Kita

Dua logika berpikir ini mencirikan logika kaum Sophis era Yunani atau kaum Sufastaiyyah yang telah lama dibantah keabsahannya oleh ulama Islam di masa lalu.

Sebagian pemikir Barat seperti Habermas dan Anthony Giddens menganggap bahwa kita masih hidup di era akhir modernisme (late modernism). 

Terlepas dari perdebatan ini, modernisme adalah awal dari tersebarnya nilai-nilai dan praktik kehidupan peradaban Barat yang menyebar ke seluruh dunia melalui globalisasi.

Termasuk mendesak masuk mengubah tatanan kehidupan ummat Muslim. Globalisasi sendiri adalah ciri dari modernitas.

Sebagai dua cara pandang yang mewakili Barat dan identik satu sama lain, dalam tulisan ini saya hanya membahas modernitas dan bukan pos-modernitas.

Memahami Modernitas

Modernitas bermakna sebagai sebuah periode sejarah yang berawal dari Era Pencerahan Eropa (enlightenment) yang berawal pada pertengahan abad kedelapan belas hingga pertengahan tahun 1980-an, ditandai dengan ide-ide tentang sekularisasi, rasionalisasi, demokratisasi, individualisasi, dan kebangkitan sains (Giddens dan Sutton, 2014).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved