Sabtu, 9 Mei 2026

Opini

Vaksin Covid-19, Kepentingan Siapa?

Setelah dilaunching selama satu tahun (tepatnya tanggal 13 Januari 2021), pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terus berjalan sampai sekarang

Tayang:
Editor: bakri
IST
dr.Aslinar, Sp.A, M.Biomed, Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama 

Kita sebagai masyarakat mari percayakan keputusan pemberian vaksin tersebut adalah yang terbaik bagi bangsa ini, dalam hal untuk memberantas dan menghentikan pandemi ini.

Tidak perlu mencari cari alasan untuk menolaknya.

Bukankah mendapatkan vaksin Covid-19 ini juga buat kepentingan diri sendiri dan keluarga? Atau apakah ada yang merasa ini merupakan kepentingan pemerintah pusat atau daerah tertentu supaya angka cakupan meningkat sehingga mendapat apresiasi dari negara luar atau provinsi sebelah? Tentu jangan pernah berpikir demikian.

Pemberian vaksinasi sudah terbukti puluhan tahun menghilangkan atau mengurangi kejadian berbagai penyakit infeksi.

Vaksinasi merupakan suatu proses yang membuat seseorang menjadi imun (kebal) terhadap penyakit infeksi melalui pemberian vaksin.

Vaksin adalah suatu bahan yang berisikan antigen (baik itu virus atau bakteri) yang dapat merangsang daya tahan tubuh (imunitas) yang dihasilkan oleh sistem imun tubuh.

Imunitas adalah kemampuan tubuh manusia untuk menerima keberadaan bahan bahan yang dimiliki dan dihasilkan oleh tubuh itu sendiri maupun menolak dan menghilangkan benda benda asing yang berasal dari luar tubuh.

Imunitas terhadap virus atau bakteri ini ditandai dengan terbentuknya antibodi terhadap organisme kuman tersebut.

Jadi prinsip vaksinasi adalah memberikan antigen lewat vaksin ke dalam tubuh sehingga tubuh merespon dalam bentuk antibodi.

Vaksinasi adalah suatu ikhtiar dalam melindungi diri, keluarga dan orang di sekitar kita terutama juga untuk melindungi orang-orang dengan komorbid yang tidak bisa atau memiliki penyakit yang merupakan kontraindikasi untuk vaksin tersebut.

Dengan mendapatkan vaksin Covid-19, sangat diharapkan terbentuk antibodi tubuh kita untuk melawan virus yang masuk.

Vaksin memang tidak bisa melindungi 100 persen akan tetapi sudah terbukti dari data ilmiah bahwa seseorang yang sudah mendapat vaksin Covid-19, bisa terhindar dari infeksi virus tersebut ataupun bila tetap mengalami terkonfirmasi positif namun tidak menunjukkan gejala berat, hanya gejala ringan atau malah tanpa gejala sama sekali.

Seseorang yang belum divaksinasi, maka sistem kekebalan tubuhnya tidak siap dalam melawan virus penyebab Covid-19.

Oleh karena tubuh belum siap menghadapi serangan virus tersebut, maka gejala yang ditimbulkan bisa beragam bahkan berisiko kematian.

Berdasarkan survei pada lebih 70 ribu tenaga kesehatan di DKI Jakarta yang positif Covid, sebanyak 90% bergejala berat belum divaksinasi dan 75% dari pasien meninggal dunia belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved