Breaking News:

Kajian Islam

Halalkah Gaji yang Didapat dari Hasil Bekerja pada Non Muslim? Begini Penjelasan Buya Yahya

Halalkah gaji yang didapat dari hasil bekerja pada non-muslim? Terlebih, uang penghasilan dari pekerjaan tersebut diberikan terhadap keluarga kita.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Instagram / @buyayahya_albahjah
Buya Yahya 

SERAMBINEWS.COM - Bekerja atau mencari nafkah adalah ibadah.

Namun, tanpa disadari, ada sebagian orang harus bekerja dalam perusahaan yang dimiliki atau dipimpin oleh non-muslim.

Sebagian orang tidak mempermasalahkan hal tersebut karena mempertimbangkan tuntutan ekonomi.

Tetapi, sebenarnya bagaimana hukum bekerja pada non-muslim dalam Islam?

Halalkah gaji yang didapat dari hasil bekerja pada non-muslim? Terlebih, uang penghasilan dari pekerjaan tersebut untuk diberikan terhadap keluarga kita.

Terkait hal tersebut, KH Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri atau akrab disapa Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hukum bekerja pada non-muslim dalam Islam.

Baca juga: Haruskah Bersuci Setelah Bersalaman dengan Orang yang Memegang Anjing? Begini Jawaban Buya Yahya

Selain itu, Buya Yahya yang juga sebagai pimpinan pondok Pesantren Al-Bahjah ini juga menjawab status halal atau tidaknya gaji yang diterima dari hasil bekerja pada non-muslim.

Buya Yahya mengatakan, Islam adalah agama yang luwes sekaligus tegas dengan prinsip.

Hal itu akan amat tampak dalam hal yang berhubungan dengan orang di luar Islam.

"Sesuai yang ditanyakan, Islam tidak melarang seorang Muslim bekerja kepada orang di luar Islam," kata Buya Yahya seperti dikutip Serambinews.com dari laman resmi buyayahya.org, Rabu (19/1/2022).

Akan tetapi bersama dengan diperkenankannya hal tersebut tentu ada rambu-rambu yang harus dipatuhi demi terjaganya kehormatan dan agama.

Sambung Buya Yahya, adapun terkait masalah ini sudah dibahas oleh ulama terdahulu dari berbagai mazhab.

Baca juga: Buya Yahya Jelaskan Hukum Bekerja pada Non-Muslim, Harus Penuhi Persyaratan Ini

Semuanya sepakat memperkenankannya.

"Jika ada yang melarang itu semua kembali kepada upaya menegakkan prinsip menjaga kehormatan dan agama," lanjut Buya Yahya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved