Jumat, 15 Mei 2026

Ekses Banjir

Distanbun Aceh: Sawah Terendam Banjir Capai 10.410 Ha dan Rusak 3.023 Ha

Huzaimah mengatakan, tujuan dari pendataan areal persawahan yang terkena banjir di Pidie dan Pijay, pertama untuk melaporkan kepada Dirjen Pertanian T

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah bersama rombongannya, Selasa (26/1/2022), saat di persawahan di Pidie yang terkena banjir beberapa waktu lalu. 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, bersama Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Aceh, Zulpadli SP MP, Kabid Produksi Safrizal, Kabid Penyuluh Mukhlis, Rabu (26/1/2022) berkunjung ke Pidie dan Pijay, untuk meninjau dan mendata areal tanaman padi yang terkena banjir.

“Di Pidie, areal sawah yang terkena genangan banjir sekitar 244 hektar, dari 1.009 hektar tanaman padi yang sudah di tanam, dan belum ada tanaman padi yang rusak dan puso,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Cut Huzaimah MP yang didampingi Kabid Produksi Syafrizal, Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan, Hortrikultura dan Perkebunan, Aceh, Zulpadli SP, MP, Kabid Penyuluh Pertanian Ir Mukhlis, Rabu (27/1/2022) di Banda Aceh.

Parah! Pria Ini Nekat Bobol Rumah Kosong di Langsa untuk Curi Uang Beli Sabu, Dua Rekan Pelaku DPO

Huzaimah mengatakan, tujuan dari pendataan areal persawahan yang terkena banjir di Pidie dan Pijay, pertama untuk melaporkan kepada Dirjen Pertanian Tanaman Pangan dan Direktur Perbenihan luas areal tanaman padi yang terkena bencana banjir.

Luas tanaman padi yang terendam air banjir di Aceh untuk sementra ini sekitar 10.410 hektar, dan yang rusak 3.023 hektar, tapi sebagian besar sudah diganti oleh petaninya, dengan tanaman bibit padi yang baru.

Kedua, ingin melihat langsung dan mengetahui kondisi areal persawahan yang terkena banjir bersama dampak dari bencana banjir itu bagi tanaman padi di sawah.

Di Kabupaten Pidie, sebut Cut Huzaimah, tanaman padi yang terkena bencana banjir seluas 244 hektare, dari tanaman padi yang sudah di tanam 1.009 hektar, tapi yang terancam puso belum ada.

Areal sawah yang digenangi air banjir seluas 244 hektar, tersebar di tujuh kecamtan, yaitu Padang Tijie seluas 118 hektar, Pidie 10 hektar, Delima 90 hektar, Simpang Tiga 2 hektar, Glumpang Baro 1 hektar, Kembang Tanjong 16 hektar dan Mutiara 6 hektar.

Hakim Tolak Permohonan Suntik Mati Nelayan Pusong, Beri Waktu 14 Hari untuk Kasasi

Sampai saat ini belum ada kelompok tani dan penyuluh pertanian setempat yang menyatakan ada tanaman padi petani yang rusakl dan puso, karena air hujan yang merendam tanaman padi petani, cepat surut.

Selanjutnya di Pidie Jaya, luas areal tanaman padi yang direndam air banjir mencapaia 503 hektar dari 804 hektar luas sawah yang sudah ditanami padi.

Areal sawah yang direndam banjir tersebar di lima kecamatan, yaitu Ulim 138 hektar, Jangka Buya 138 hektar, Banda Dua 60 hektar, Bandar baru 32 hekjtar dan Triengadeng 91 hektar.

Dari lima kecamatan yang terendam banjir tanaman padinya, sebut Huzaimah, tiga kecamatan tanaman padinya ada yang mengalami puso, yaitu Kecamatan Ulim 12 hektar, Jangka Buya 2 hektar dan Bandar Dua 3 hektar.

Lainnya belum ada laporan, hal ini disebabkan genangan air banjirnya di wilayah itu cepat surut dan mengalir ke luar aeal sawah, sehingga tanaman padinya selamat dari ancaman kerusakan dan puso.

Selain Pidie dan Pijay, lanjut Huzaimah, ada beberapa daerah lagi yang melaporkan tanaman padinya terendam banjir. Yaitu Bireuen seluas 443 hektar, dari 529 hektar, tanaman padi yang sudah di tanam.

Areal tanaman padi yang terkena banjir hanya di tiga kecamatan yaitu Jineib 115 hektar, Pandrah 277 hektar dan Simpang Mamplam 51 hektar. Areal tanaman padi yang terjadi puso akibat terendam air banjir seluas 5 hektar di Kecamatan Simpang Mamplam. Lainnya selamat, karena air banjirnya cepat surut.

AJI Banda Aceh Gelar Nobar Invisible Hopes, Dokumenter Film Terbaik FFI 2021

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved