Senin, 11 Mei 2026

Sejarah Berdirinya Baghdad, Kota Seriba Satu Malam dan Pusat Peradaban Dunia di Masa Lalu

Baghdad juga menjadi saksi kelahiran karya sastra Arab garda depan yang berjudul Alf Lailah wa Lailah atau Seribu Satu Malam.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Youtube
Kota Baghdad, salah satu warisan kejayaan Islam. 

Pada 1508, Baghdad untuk sementara dimasukkan ke dalam kerajaan Persia (Iran) baru yang diciptakan oleh Syah Ismail I dari Dinasti Afavid.

Pada 1534 Kekaisaran Ottoman di bawah sultan Suleyman I mengambil kota itu, catat Britannica.

Modernisasi Baghdad

Pada abad ke-19, pengaruh Eropa tumbuh di Bagdad dengan berdirinya ordo-ordo keagamaan Perancis dan meningkatnya perdagangan Eropa.

Perjalanan laut di Baghdad mulai dipulihkan kembali pada 1860-an. Antara 1860 dan 1914, beberapa gubernur Utsmaniyah mereformasi dan memperbaiki kota.

Pada 1920, Baghdad menjadi ibu kota negara Irak yang baru dibentuk.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemudian memberikan Inggris sebuah mandat untuk memerintah Irak usai Perang Dunia I hingga 1932.

Pengaruh Inggris tetap dominan hingga 1958, ketika monarki Hashemite yang dekat dengan Inggris melakukan kudeta militer.

Selama satu dekade setelah tahun 1958, Baghdad mengalami periode pergolakan politik, dengan serangkaian kudeta dan rezim militer.

Baca juga: Harga Emas di Lhokseumawe Hari Ini Stabil,  Bertahan Sampai 4 Februari 2022

Baca juga: UND Jalin Kemitraan dengan PWI Nagan Raya, Salurkan Benih Ikan Lele 30 Ribu Ekor

Baca juga: Kendalikan Harga Minyak Goreng, Aceh Tamiang Monitoring Belasan Ritel

Kompas.com: Baghdad, Kota Seriba Satu Malam dan Pusat Peradaban Dunia di Masa Lalu

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved