Jurnalisme Warga
Sensasi Arung Jeram di Sungai Mane, Pidie
Dalam sebuah kesempatan, saya bersama teman- teman melakukan sebuah petualangan ke Pidie, salah satu daerah yang penuh dengan beragam keindahan
OLEH IDA FITRI HANDAYANI, Guru SMAN 4 Banda Aceh, Anggota FAMe Chapter Pidie, melaporkan dari Sigli, Pidie
SETIAP melakukan perjalanan, selalu ada cerita yang berkesan dan memberi kenangan tersendiri di dalam hati.
Dalam sebuah kesempatan, saya bersama teman- teman melakukan sebuah petualangan ke Pidie, salah satu daerah yang penuh dengan beragam keindahan, baik di darat maupun di laut.
Banyak sekali tempat wisata yang bisa dijadikan tujuan untuk berlibur.
Kami memilih berkunjung ke Mane, karena ada satu lokasi wisata di Mane yang sedang hangat dibicarakan, yaitu arung jeram.
Melihat potensi alam kawasan ini seperti menghadirkan warna baru dalam dunia pariwisata Mane yang selama ini hanya identik dengan durian lezat di sana.
Arung jeram merupakan kegiatan uji nyali mengarungi jeram-jeram sungai yang sangat menantang.
Sedikit mengulas sejarahnya, arung jeram memiliki sejarah yang cukup panjang dan sudah dikenal sejak tahun 1970-an di Indonesia.
Salah satu lokasi yang memanfaatkan aliran Sungai Geumpang untuk tempat wisata arung jeram adalah Jambo Adventure yang dikelola Zian Mustaqin.
Baca juga: Bener Meriah Raih Juara Dua Kejurda Aceh Arung Jeram Open R4 Peusangan River
Baca juga: Manfaatkan Hari Libur, Komunitas Wisata Tuantapa Gelar Giat Wisata Arung Jeram ke Alue Kejrun
Lokasi Jambo Adventure berada di dataran tinggi, tepatnya di Dusun Blang Jambo Mi, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie.
Untuk sampai ke sini butuh perjalanan sekitar satu setengah jam dari pusat Kota Sigli.
Pengunjung hanya perlu melewati jalan lintas tengah penghubung Pidie-Aceh Barat.
Pengelola menjelaskan, tujuannya mendirikan Jambo Adventure ini salah satunya adalah untuk mempromosikan potensi wisata daerah kepada warga luar.
Selain itu, juga untuk mendukung kreativitas positif pemuda di sektor ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam.
Karena, menurutnya, banyak warga di permukiman itu yang berprofesi sebagai penambang emas dan penebang pohon secara ilegal.
Atas dasar keprihatinan itu, ia mengajak warga untuk bekerja mengelola wisata arung jeram, sehingga mengurangi dampak kerusakan alam.
Selain itu, besar harapan mereka dengan berdirinya Jambo Adventure dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat.
Baca juga: Kejurda Aceh Arung Jeram Open R4 Peusangan River Selesai, Ini Juaranya
Soalnya, dari pemandu, makanan, hingga moda transportasi, semua menggunakan jasa masyarakat di dusun tersebut, sehingga perputaran ekonomi dengan berdirinya tempat wisata itu dapat dirasakan langsung oleh warga, selain pengunjung bisa berlibur.
Pembangunan tempat wisata Jambo Adventure sangat strategis, karena tepat di pinggir jalan utama Tangse-Geumpang, dengan luas 30 × 80 m.
Mereka menawarkan fasilitas alami dengan pemanfaatan alam dan kearifan lokal Mane.
Di sana juga sudah tersedia kamar mandi dan musala untuk ibadah.
Dari Jambo Adventure menuju ke lokasi ‘start rafting’ pengujung naik mobil pikap yang sudah disediakan, titik awal arung jeram di Pante Dua dan finish di Lhok Pula Pingkui, lebih kurang 16 km, perkiraan waktu satu sampai dua jam.
Nah, ada yang unik, definisi jeram adalah aliran air yang deras dan menurun (air terjun di sungai), tapi masyarakat Mane menamai jeram-jeram yang ada di sungai dengan nama bermacam- macam, seperti Lhok Pula Pingkui, Lhok Tunggoek, dan lain-lain.
Pertama sekali menginjakkan kaki di sungai, kesejukan air sungai sangat terasa.
Riakan dan gemuruh sungai dengan jeramnya masih sangat asli.
Keseruan berpacu di Sungai Geumpang begitu terasa, karena selain arusnya yang deras, juga terdapat berbagai rintangan yang cukup menantang.
Baca juga: Peserta Arung Jeram Bergelut dengan Derasnya Krueng Peusangan
Di beberapa bagian sungai, peserta arung jeram harus menghindari dahan pohon yang menutup hampir sebagian luas sungai.
Ada juga jeram yang merentang di sungai sehingga ketika melewatinya kami harus menunduk dalam perahu.
Pada beberapa bagian sungai terdapat banyak batu besar dan jeram yang cukup dalam.
Hal yang cukup menyenangkan, selama menyusuri sungai panorama yang disuguhkan pemandangan berganti- ganti, seperti menepuk air sungai dengan dayung untuk membangunkan kalong yang sedang tidur, lalu mereka terbang secara berjemaah, membuat keindahan langit menjadi sangat luar biasa.
Kegiatan rafting biasanya dilakukan tidak mesti pada agenda khusus.
Setiap ada permintaan untuk rafting, selalu disambut baik oleh tim dari Jambo Adventure.
Untuk sekali rafting dikenakan tarif Rp150.000/ orang, itu sudah termasuk kudapan (snack) setelah rafting, selain itu juga diberikan alat untuk rafting seperti helm, pelampung dan dayung.
Baca juga: Seratusan Peserta Mengikuti Arung Jeram Event R4 Peusangan River 2021 di Bireuen
Soal keamanan tidak perlu diragukan, setiap perahu ada pemandu yang sudah terlatih.
Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan arung jeram ini.
Namun, peserta harus selalu menyadari, kegiatan arung jeram tidak akan pernah lepas dari segala risiko dan bahaya; baik oleh faktor manusia, peralatan, maupun faktor alam yang menyertainya.
Melakukan kegiatan arung jeram akan lebih seru jika kita tahu panduan yang baik dan benar untuk mencegah dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat aktivitas wisata satu ini populer di kalangan pecandu adrenalin dan pecinta alam.
Tips dari pengelola yaitu berdoa, pakai helm, pelampung, dan yang paling penting percaya pada pemandu.
Selain adanya sungai sebagai tempat menikmati keseruan, juga terdapat pemandangan pegunungan alam Pidie yang sangat indah dan asri.
Fasilitas outbond seperti kemping, tubing, dan canyoning sebagai atraksi wisata outdoor juga tersedia di Jambo Adventure, tentu wajib dicoba oleh pecinta dan penggiat alam saat ke Pidie.
Rasanya tidak perlu ke luar negeri untuk sekadar berlibur.
Pidie bisa memberi kepuasan lebih.
Sebagai pengelola, mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten Pidie serius dalam mendukung pemajuan sektor pariwisata, sehingga investor tidak ragu untuk berinvestasi.
Mungkin salah satu yang harus dilakukan oleh pemangku kekuasaan di Pidie adalah membuat aturan wisata yang jelas.
Dengan adanya aturan-aturan, maka lokasi-lokasi wisata akan lebih tertata.
Baca juga: Kapolres Pidie Jajal Arung Jeram di Krueng Geumpang
Mengingat Pekan Olah Raga Aceh (PORA) XIV akan dilaksanakan di Pidie tahun ini, tentu peluang besar untuk membangun gairah pariwisata sekaligus mempromosikan olahraga arum jeram ini kepada masyarakat luas.
Kelebihan yang ada di Jambo Adventure sudah kami rasakan: pelayanan prima, harga kaki lima.
Jadi, sangat disayangkan jika belum merasakan sensasi arung jeram di Pidie.
Jika pengunjung datang saat musim durian, pasti bisa menambah daya tarik yang berganda, yakni bebas berburu durian di pinggir jalan.
Sebelum berdirinya Jambo Adventure, kegiatan arung jeram sudah sering dilakukan oleh Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Pidie.
Pada Sabtu (30/10/2021) misalnya, mereka membentangkan bendera Merah Putih berukuran 6 x 3 meter di sekitar situ yang melibatkan 12 mahasiswa.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-93.
Ke depan, saya yakin, akan lebih banyak lagi pengunjung yang uji nyali dan merasakan sensasi berarung jeram di sungai yang menantang ini.
Baca juga: Promosi Wisata Pidie, Kapolres Bersama Perwira Jajal Arung Jeram di Sungai Geumpang
Baca juga: Cabor Arung Jeram Aceh Singkil Lolos ke Pora
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ida-fitri-handayani.jpg)