Kesehatan
Manfaat Madu yang Terbukti Secara Klinis, Simak 5 Khasiatnya, Manis, Tapi Tak Memicu Gula Darah
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa madu mengandung berbagai macam nutrisi hingga bisa membantu dalam proses pengobatan
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa madu mengandung berbagai macam nutrisi hingga bisa membantu dalam proses pengobatan
SERAMBINEWS.COM - Masa pandemi covid-19 kita dianjurkan menjaga kesehatan.
Mengedepankan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Selain itu tetap mengonsumsi makanan sehat dan minum vitamim.
Nah, selain vitamin madu juga bagus untuk kesehatan tubuh.
Siapa sih yang tak suka madu? Rasa manis alaminya bisa dimanfaatkan untuk berbagai tambahan makanan. Selain lezat, madu juga memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa madu mengandung berbagai macam nutrisi hingga bisa membantu dalam proses pengobatan keluhan kesehatan tertentu.
Semisal untuk membantu mengobati keluhan infeksi saluran pernapasan atas, hingga membantu menyehatkan usus.
Terkait hal itu, berikut ini adalah berbagai khasiat madu dalam melindungi kesehatan.
Baca juga: Berikut, 7 Khasiat Kurma yang Menakjubkan, Menyehatkan Jantung dan Otak Hingga Aman Bagi Diabetes
Baca juga: Cara Berdoa Menyambut Pagi, Ada 4 Doa Pagi Agar Dilancarkan Rezeki dan Dihindarkan dari Bahaya
Baca juga: Tradisi ‘Toet Apam’ Bangkit Kembali di Pidie
1. Madu dapat membantu mengobati infeksi saluran pernapasan atas
Dalam sebuah makalah di jurnal BMJ Evidence-Based Medicine, peneliti Universitas Oxford melihat 14 penelitian yang diterbitkan sebelumnya terkait dengan efektivitas madu untuk menghilangkan gejala infeksi saluran pernapasan atas.
Mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan perawatan biasa (seperti obat bebas dan antibiotik), madu dapat berfungsi sebagai alternatif antibiotik yang murah.
Penulis penelitian menyimpulkan bahwa uji coba terkontrol lebih lanjut diperlukan. Tetapi analisis itu didorong oleh kekhawatiran atas resistensi antimikroba, yang sebagian terkait dengan pemberian antibiotik yang berlebihan untuk infeksi saluran pernapasan atas.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menyebut resistensi antibiotik sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling mendesak di dunia, dan studi 2017 lainnya menemukan bahwa madu mungkin memegang kuncinya.
Ilmuwan Universitas Illinois di Chicago menemukan bahwa senyawa antimikroba yang dibuat oleh lebah madu dapat menjadi dasar untuk antibiotik baru.