Berita Bireuen
Pulang dari Luar Daerah, Puluhan Warga Bireuen Positif Terjangkit Covid-19
Disebutkan dr Irwan A Gani, sebagian yang dinyatakan positif Covid-19 terdata ternyata pernah melakukan perjalanan ke luar daerah.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Imran Thayib
Karena itu, mereka langsung melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Berkaitan dengan adanya penambahan jumlah warga Bireuen yang positif Covid-19, Kadiskes mengharapkan partisipasi dan dukungan masyarakat.
Artinya, partisipasi untuk sama-sama menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan atau lokasi keramaian.
Di sisi lain, tim medis, kata Kadiskes Bireuen, akan terus melakukan edukasi, sosialisasi dan juga melakukan vaksinasi bagi yang belum disuntik vaksin.
Baca juga: Musrenbang di Bireuen Selesai, Anggaran Tiap Tahun Berkisar Rp 2 T, Kebutuhan Rp 4 Triliun
Baca juga: Usulan Puskesmas Peusangan dan Jeunieb Bireuen Jadi RS Tipe D Lengkap, Begini Sudah Perkembangannya
Baca juga: Petugas BPKA Bireuen Masuk Kampung Sosialisasikan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor
Baca juga: Virus Corona Merebak Lagi di Bireuen, 20 Warga Positif Terpapar dan Harus Jalani Isolasi Mandiri
Deltacron Varian Re-kombinan
Saat ini trend kenaikan kasus Covid-19 sedang melonjak di beberapa negara, termasuk di Indonesia.
Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengatakan situasi ini perlu menjadi pengingat bagi setiap orang.
Tidak hanya pada kelompok rentan, tapi juga pada masyarakat biasa.
Di sisi lain, belakangan ini ramai diperbincangkan terkait re-kombinan virus Covid-19.
Yaitu gabungan antara varian Omicron dengan Delta atau Deltacron.
"Dalam kasus ini, ini kan deltacron bukan nama resmi. Baru nama yang diberikan sementara. Deltacron nama yang diinikan(populerkan) oleh media. Kalau oleh lembaganya tetap Delta dan Omicron," ungkap Dicky pada Tribunnews, Minggu (20/2/2022).
Dalam kasus ini, disebut ada dua varian Covid-19 yaitu Omicron dan Delta pada satu orang yang sama.
Menurut Dicky temuan ini sebetulnya bukan sesuatu yang baru.
"Karena menjelang akhir tahun lalu ada penelitian yang menemukan itu. Meskipun sampel sedikit, saat itu dianggap sebagai pencemaran. Ketika sikuesing, sampelnya tercemar karena tercampur," kata Dicky.
Pembicaraan terkait hal ini tadinya sempat mereda.