Berita Bireuen
Pulang dari Luar Daerah, Puluhan Warga Bireuen Positif Terjangkit Covid-19
Disebutkan dr Irwan A Gani, sebagian yang dinyatakan positif Covid-19 terdata ternyata pernah melakukan perjalanan ke luar daerah.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Imran Thayib
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Selama sepekan terakhir, jumlah warga Bireuen yang positif terjangkit Covid-19 bertambah delapan orang.
Dengan demikian, jumlahnya kini menjadi 29 orang.
Sementara satu warga harus dirawat di RSUZA Banda Aceh, sementara sisanya menjalani isolasi mandiri.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan A Gani kepada Serambinews, Senin (21/2/2022).
Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada karena jumlah warga Bireuen, yang hasil pemeriksaan medis positif Covid-19 kembali bertambah.
Disebutkan dr Irwan A Gani, sebagian yang dinyatakan positif Covid-19 terdata ternyata pernah melakukan perjalanan ke luar daerah.
Selama di luar kota, mereka juga saling berinteraksi.
Sehingga, saat dilakukan pemeriksaan medis hasilnya positif.
Disebutkan, bertambahnya delapan orang lagi semakin mengkhawatirkan tim medis dan masyarakat.
Di mana pada Januari 2022, warga Bireuen yang positif Covid-19 sudah tidak ada lagi dan semuanya sudah sembuh.
“Kondisi saat ini berbeda jauh, awalnya hanya 20 orang positif Covid-19, dan kini bertambah menjadi sembilang warga,” sebutnya.
Dari 29 orang tersebut, katanya, satu orang sedang dirawat di RSUZA Banda Aceh.
Sementara 22 orang sedang isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Sedangkan enam warga lainnya sudah selesai menjalani isolasi.
Selain itu, katanya, ada sejumlah warga yang hasil pemeriksaan medis suspect atau mengarah kepada Covid-19.
Karena itu, mereka langsung melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Berkaitan dengan adanya penambahan jumlah warga Bireuen yang positif Covid-19, Kadiskes mengharapkan partisipasi dan dukungan masyarakat.
Artinya, partisipasi untuk sama-sama menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan atau lokasi keramaian.
Di sisi lain, tim medis, kata Kadiskes Bireuen, akan terus melakukan edukasi, sosialisasi dan juga melakukan vaksinasi bagi yang belum disuntik vaksin.
Baca juga: Musrenbang di Bireuen Selesai, Anggaran Tiap Tahun Berkisar Rp 2 T, Kebutuhan Rp 4 Triliun
Baca juga: Usulan Puskesmas Peusangan dan Jeunieb Bireuen Jadi RS Tipe D Lengkap, Begini Sudah Perkembangannya
Baca juga: Petugas BPKA Bireuen Masuk Kampung Sosialisasikan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor
Baca juga: Virus Corona Merebak Lagi di Bireuen, 20 Warga Positif Terpapar dan Harus Jalani Isolasi Mandiri
Deltacron Varian Re-kombinan
Saat ini trend kenaikan kasus Covid-19 sedang melonjak di beberapa negara, termasuk di Indonesia.
Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengatakan situasi ini perlu menjadi pengingat bagi setiap orang.
Tidak hanya pada kelompok rentan, tapi juga pada masyarakat biasa.
Di sisi lain, belakangan ini ramai diperbincangkan terkait re-kombinan virus Covid-19.
Yaitu gabungan antara varian Omicron dengan Delta atau Deltacron.
"Dalam kasus ini, ini kan deltacron bukan nama resmi. Baru nama yang diberikan sementara. Deltacron nama yang diinikan(populerkan) oleh media. Kalau oleh lembaganya tetap Delta dan Omicron," ungkap Dicky pada Tribunnews, Minggu (20/2/2022).
Dalam kasus ini, disebut ada dua varian Covid-19 yaitu Omicron dan Delta pada satu orang yang sama.
Menurut Dicky temuan ini sebetulnya bukan sesuatu yang baru.
"Karena menjelang akhir tahun lalu ada penelitian yang menemukan itu. Meskipun sampel sedikit, saat itu dianggap sebagai pencemaran. Ketika sikuesing, sampelnya tercemar karena tercampur," kata Dicky.
Pembicaraan terkait hal ini tadinya sempat mereda.
Menurut pengamatan Dicky, temuan kasus tersebut bukanlah sampel yang tercemar.
"Mungkin ini terus diteliti dan akhrinya UK Health Security Agency (UKHSA) menemukan itu. Meskipun masih dalam jumlah sedikit," katanya.
Penemuan ini, meski terus dalam penelitian menurut Dicky tetap menjadi sesuatu yang harus diwaspadai.
Tidak boleh abai dan membiarkan pelonggaran tanpa terkendali.
Apalagi Indonesia terbilang memiliki kemampuan terbatas dalam tes Whole Genom sikuensing.(*)
Baca juga: Hendak Pergi Shalat Subuh, Emak-emak Pakai Mukena Adang Kawanan Maling Sepmor, Pelaku Acungi Celurit
Baca juga: Hercules Diangkat Anies Baswedan Jadi Tenaga Ahli Pasar Jaya, Ini Rekam Jejak Eks Preman Tanah Abang
Baca juga: Pengendara Sepeda Motor di Medan Pukul Sopir Angkot Pakai Helm hingga Berdarah, Dipicu Soal Klakson
Baca juga: Drainase di Kota Sigli Sumbat, Tebar Penyakit dan Bau Busuk, Dibiarkan Bertahun-tahun