Salam
Survei Bilang Puas, Politisi Bilang Gila!
Meski sedang dilanda berbagai kesulitan, ternyata mayoritas masyarakat Indonesia merasa puas terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo
Meski sedang dilanda berbagai kesulitan, ternyata mayoritas masyarakat Indonesia merasa puas terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Hanya sekitar 20 persen yang menyatakan kurang puas.
Bahkan, menurut hasil berkali-kali survei yang dilakukan sejumlah lembaga riset, tingkat kepuasan masyarakat pada Jokowi berada pada angka 66 persen hingga 77 persen dalam beberapa semester terakhir.
Pada Juni 2021, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memperlihatkan, mayoritas responden merasa puas terhadap kinerja Presiden Jokowi.
Sebanyak 12,6 persen responden mengaku sangat puas, sedangkan 63,0 persen cukup puas.
"Tingkat kepuasan publik atau approval rating pada Presiden Jokowi sekarang ini mayoritas 75,6 persen, sangat atau cukup puas," kata Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad.
Lalu, pada Desember 2021, SMRC merilis lagi hasil surveinya yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo mencapai 71,7 persen.
"Yang kurang atau tidak puas hanya sekitar 25,3 persen.
Sementara yang tidak menjawab masih ada sekitar 3 persen," kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani.
Pada akhir Januari 2022 hasil Survei Litbang Kompas juga menyebutkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin meningkat mencapai 73,9 persen.
Padahal, Survei Litbang Kompas pada Oktober 2021 tingkat kepuasan masyarakat pada angka 66,4 persen.
Baca juga: Survei CNN : Elektabilitas Airlangga Hartarto dan Partai Golkar Tertinggi, Ini Data Lengkapnya
Baca juga: Hasil Survei SMRC Sebut Ridwan Kamil Unggul di Jabar, Elektabilitas PDIP Melorot
Angka 73,9 persen tersebut bahkan tertinggi selama survei-survei sejenis oleh Litbang Kompas sejak Januari 2015 atau di awal masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Survei terbaru ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 17-30 Januari kepada 1.200 responden.
Tingkat kepercayaan mencapai 95% dengan margin of error pada 2,8%.
Secara detail, berdasarkan survei teranyar itu, kepuasan publik meningkat pada empat bidang, yakni politik dan keamanan (meningkat 6,8%), penegakan hukum (5,3%), ekonomi (6,1%), serta kesejahteraan sosial (9,7%).
Kepuasan tertinggi berada di bidang kesejahteraan sosial (78,3%) serta politik dan hukum (77,6%).
Seorang pejabat Kantor Kepresidenan mengatakan, setidaknya ada dua hal yang membuat tingkat kepuasan publik meningkat.
Pertama, karena Jokowi-Ma’ruf mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak-dampak yang ditimbulkannya.
Kedua, Jokowi dianggap konsisten menunaikan visi dan misinya, terutama pemerataan pembangunan, pembangunan sumber daya manusia, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Namun, kalangan lainnya menilai kpuasan yang meningkat masih sebatas prosedural, belum menyentuh substansi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang menjadi persepsi publik tentu harus dihargai, tetapi realitanya harus benar-benar disadari pemerintah apakah kebijakannya sudah sesuai harapan publik atau belum,” ujar seorang politisi Partai Demokrat.
Sedangkan politisi dari PKS mengingatkan, jangan kemudian tingginya tingkat kepuasan publik justru disalahgunakan dengan membuat peraturan tanpa melibatkan publik, sebagaimana Undang-Undang Cipta Kerja yang disusun secara kilat tanpa partisipasi publik dan berujung vonis inkonstitusional bersyarat oleh MK.
Baca juga: Hasil Survei BI, Angka Keyakinan Konsumen terhadap Pertumbuhan Ekonomi Tetap Tinggi
Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief yang mengaku heran dengan hasil survei tersebut.
Meski begitu, dia menyebut mau tidak mau data tersebut harus diterima.
"Dengan alat ukur survei, sebagai data, 73 persen versi Kompas adalah data.
It's crazy but it's data.
Survei adalah metode ilmu sosial yang tersedia.
Mau nggak mau harus diterima sebagai data," kata Andi.
"Bagi politisi ada yang namanya insting.
Pergulatan pengalaman.
Insting saya menyatakan keadaan saat ini tidak baik-baik saja.
Kelihatannya survei itu bertolak belakang dengan apa yang terjadi di masyarakat.
Saya meragukan tingkat kepuasan itu," ucapnya.
Nah?!
Baca juga: PRC dan PPI Survei Capres 2024 di Aceh, Ini 11 Tokoh Indonesia Mereka Survei dan Sasaran Wawancara
Baca juga: PRC Lakukan Survei Calon Presiden 2024 di Provinsi Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tinjau-vaksinasi-secara-virtual.jpg)