Berita Banda Aceh

BKKBN Aceh-Kemenag Berkoordinasi Turunkan Stunting Lewat Catin

Upaya skrining kesehatan terhadap calon pengantin (catin) dapat dilakukan antara lain dengan fokus pada variabel-variabel yang menjadi determinan

Editor: bakri
FOTO HUMAS BKKBN ACEH
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd, foto bersama dengan Kakanwil Kemenag Aceh, Dr Iqbal SAg MAg, serta pejabat lain dari kedua instansi itu seusai pertemuan silaturahmi di Kanwil Kemenag Aceh, Selasa (22/2/2022). 

BANDA ACEH - Upaya skrining kesehatan terhadap calon pengantin (catin) dapat dilakukan antara lain dengan fokus pada variabel-variabel yang menjadi determinan stunting.

Hasil skrining berupa sertifikat/kartu yang menyatakan berisiko atau tidak melahirkan bayi stunting diharapkan dapat menjadi syarat dalam pendaftaran pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) maupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd, saat berkunjung ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh bersama pejabat di jajarannya, Selasa (22/2/2022).

Selain bersilaturahmi, kedatangan Sahidal juga untuk bersinergi dan berkoordinasi terkait percepatan penurunan stunting di Aceh.

Dalam kunjungan itu, Sahidal didampingi Sekretaris BKKBN Aceh, Husni Thamrin SE MM, dan Koordinator Bidang KSPK, Faridah SE MM.

Sementara Kakanwil Kemenag Aceh, Dr Iqbal SAg MAg, didampingi Plt Kabag TU, Drs Marzuki MA, serta Sub Koordinator Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Khairuddin SAg MA.

Sahidal mengatakan, pihaknya terus bergerak serta melakukan upaya kerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga terkait guna percepatan penurunan stunting di Aceh.

Baca juga: Cegah Stunting, Kajari Aceh Besar Bersama Ketua IAD Resmikan Posyandu

Baca juga: Desa Pasi Pinang Pelopori Program Dapur Sehat Atasi Stunting di Aceh Barat

“Dengan adanya dukungan dari Kanwil Kemenag Aceh, mudah-mudahan dapat terwujud dengan baik penurunan stunting di Aceh yang merupakan program nasional,” jelas Sahidal dalam rilis Humas BKKBN Aceh yang dikirim ke Serambi, kemarin.

Pada tahun 2021 lalu, sebut Sahidal, secara nasional Aceh berada di urutan ketiga dari urutan kelima pada 2019.

Prevalensi balita stunting pada 2021 sebesar 33,2 persen, atau turun 1 persen dibanding pada 2019 sebesar 34,2 persen.

"Saya berharap, dengan adanya koordinasi yang baik antara BKKBN Aceh dan Kanwil Kemenag, pencapaian target 2024 sebesar 14 persen dapat tercapai dan Aceh tidak lagi masuk dalam sepuluh besar nasional provinsi tertinggi stunting," harapnya.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan sambutan saat membuka webinar dengan topik: Aksi Bersama Dalam Cegah Stunting dan Obesitas, yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Minggu 23/1/2022.
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan sambutan saat membuka webinar dengan topik: Aksi Bersama Dalam Cegah Stunting dan Obesitas, yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Minggu 23/1/2022. (For Serambinews.com)

Kakanwil Kemenang Aceh, Iqbal, mengatakan, pihaknya menyambut baik hubungan kerja sama ini.

Ia berharap, sinergisitas program penurunan stunting dapat juga membangun keluarga yang sejahtera di Aceh, serta menghasilkan generasi berkualitas dan Aceh bebas stunting.

Iqbal mengungkapkan, Kanwil Kemenag Aceh giat melakukan sosialisasi pencegahan stunting, pencegahan penggunaan narkoba, dan hal-hal negatif lainnya.

"Jadi, harus benar-benar serius kita tangani dari hulu, Catin.

Kita berharap stunting bukan saja fisik, tapi juga pola pikir dan 'tidak stunting' dalam beragama," tegasnya. (jal)

Baca juga: Perbaikan Gizi Bisa Turunkan Stunting

Baca juga: Stunting Berpengaruh Terhadap Masa Depan Anak, Ini Langkah-langkah yang Penting untuk Dilakukan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved